Esensi Tradisi Mudik Lebaran

  • 16 Mar 2026 15:11 WIB
  •  Sibolga

RRI.CO.ID, Sibolga - Tradisi mudik menjelang Hari Raya Idulfitri masih terus berjalan hingga saat ini. Banyak warga di Indonesia, setiap tahun, jutaan warga perantau selalu berupaya pulang ke kampung halaman untuk bertemu keluarga dan merayakan Lebaran bersama orang-orang terdekat.

Pemerhati budaya, Zulkifli Piliang, pada Santai Siang Pro2 RRI Sibolga, Senin, 16 Maret 2026 menyebut, mudik bukan sekadar perjalanan pulang kampung, tetapi memiliki makna sosial dan budaya yang sangat kuat.

Menurutnya, mudik menjadi cara masyarakat menjaga dan terus merajut hubungan kekeluargaan yang mungkin jarang terjalin karena kesibukan di perantauan.

“Dalam budaya masyarakat kita, mudik adalah simbol kembali ke akar. Di situlah orang kembali bertemu orang tua, saudara, dan lingkungan tempat ia dibesarkan, atau kampung halaman,” ujar Zulkifli.

Ia juga menjelaskan, tradisi mudik memiliki nilai emosional yang tidak bisa digantikan oleh komunikasi jarak jauh. Pertemuan langsung saat Lebaran sering menjadi momen istimewa dalam mempererat silaturahmi serta saling memaafkan.

Namun Zulkifli juga mengatakan, mudik bukanlah kewajiban mutlak bagi setiap orang, apalagi sampai memaksakan diri.

"Jangan paksakan diri, karena mudik juga butuh biaya. Jika memiliki kesempatan dan keuangan yang cukup, silahkan mudik," ujarnya.

Ditambahkannya, tradisi mudik tetaplah penting dijaga sebagai bagian dari kekayaan budaya dan nilai kekeluargaan dalam masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....