Pembelian Baju Bekas Meningkat Selama Ramadan
- 13 Mar 2026 19:59 WIB
- Sibolga
RRI.CO.ID, Sibolga - Meningkatnya kebutuhan masyarakat selama bulan Ramadan mendorong sebagian warga memilih membeli baju bekas layak pakai sebagai alternatif yang lebih terjangkau. Selain harganya murah, pakaian bekas juga dinilai masih memiliki kualitas yang baik sehingga tetap diminati masyarakat.
Fenomena meningkatnya pembelian baju bekas saat Ramadan bukanlah hal yang baru. Hal tersebut disampaikan Eliandro Panjaitan dalam Program Opini Publik yang disiarkan Kamis, 12 Maret 2026.
Menurut Eliandro, kondisi ekonomi dan meningkatnya kebutuhan menjelang Hari Raya sering membuat masyarakat mencari pilihan yang lebih hemat. “Banyak masyarakat tetap ingin memenuhi kebutuhan sandang, tetapi dengan cara yang lebih terjangkau,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa baju bekas yang dijual di pasaran umumnya masih dalam kondisi layak pakai. “Selain kualitasnya masih bagus, model pakaian yang dijual juga cukup beragam sehingga tetap diminati masyarakat,” katanya.
Eliandro menilai keberadaan pasar baju bekas membantu masyarakat dengan ekonomi menengah ke bawah memenuhi kebutuhan sandang menjelang Idulfitri. “Di sisi lain, aktivitas ini juga membuka peluang usaha bagi pedagang kecil di berbagai daerah,” ungkapnya.
Namun demikian, ia mengingatkan masyarakat untuk tetap selektif saat membeli pakaian bekas. “Pembeli harus memperhatikan kebersihan dan kualitas pakaian agar tetap aman digunakan,” tambah Eliandro.
Ia juga menyarankan agar pakaian bekas yang dibeli dicuci terlebih dahulu sebelum digunakan. “Mencuci pakaian dengan bersih menjadi langkah penting untuk menjaga kesehatan,” jelasnya.
Lebih lanjut, Eliandro berharap masyarakat dapat melihat fenomena ini secara positif sebagai bagian dari upaya berhemat. “Nilai Ramadan tidak hanya terletak pada pakaian baru, tetapi juga pada sikap sederhana dan kepedulian terhadap sesama,” tutupnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....