Pemkab dan Polres Tapteng Gelar Apel Operasi Ketupat Toba 2026
- 13 Mar 2026 08:10 WIB
- Sibolga
RRI.CO.ID, Tapteng - Polres Tapanuli Tengah (Tapteng) bersama Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah resmi memulai pelaksanaan Operasi Kepolisian Terpusat “Ketupat Toba 2026”. Peresmian tersebut ditandai dengan Apel Gelar Pasukan di Lapangan Mako Polres Tapanuli Tengah, Kamis sore, 12 Maret 2026.
Apel gelar pasukan dipimpin langsung oleh Bupati Tapanuli Tengah Masinton Pasaribu didampingi Kapolres Tapanuli Tengah AKBP Muhammad Alan Haikel. Kegiatan tersebut turut dihadiri unsur Forkopimda, Dandim 0211/TT, Danlanal Sibolga, Dansat Radar 103, serta jajaran pejabat TNI, Polri, dan Pemkab Tapteng.
Dalam kesempatan itu, Bupati Masinton Pasaribu membacakan amanat tertulis Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo terkait pelaksanaan Operasi Ketupat 2026. Ia menegaskan operasi tersebut merupakan wujud komitmen lintas sektor dalam mengamankan arus mudik dan perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah.
“Operasi ini dilaksanakan selama 13 hari, mulai 13 hingga 25 Maret 2026. Fokus kita adalah menjamin keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas,” ujar Masinton saat membacakan amanat Kapolri.
Masinton menjelaskan potensi pergerakan masyarakat pada masa mudik tahun ini diperkirakan meningkat signifikan. Oleh karena itu seluruh unsur yang terlibat diminta meningkatkan kesiapsiagaan selama pelaksanaan operasi.
“Potensi pergerakan masyarakat tahun ini diperkirakan mencapai 143,9 juta orang, sehingga diperlukan kesiapan dan koordinasi yang baik dari seluruh pihak,” katanya.
Selain pengamanan lalu lintas, amanat Kapolri juga menyoroti pentingnya menjaga stabilitas harga pangan serta distribusi bahan bakar minyak selama masa Lebaran. Pemerintah daerah dan aparat keamanan juga diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana akibat cuaca ekstrem.
“Stabilitas harga pangan dan distribusi BBM harus tetap terjaga, serta kita juga harus waspada terhadap potensi bencana alam akibat cuaca ekstrem di beberapa wilayah,” ucap Masinton.
Untuk wilayah hukum Tapanuli Tengah, pengamanan Operasi Ketupat Toba 2026 melibatkan sekitar 140 personel Polri. Personel tersebut diperkuat oleh unsur TNI, Satpol PP, Dinas Perhubungan, BPBD, serta tenaga kesehatan.
“Kami melibatkan personel gabungan agar pengamanan berjalan maksimal dan masyarakat dapat merasakan perjalanan mudik yang aman dan nyaman,” ujarnya.
Sementara itu, sejumlah pos pengamanan dan pelayanan telah disiapkan di beberapa titik strategis untuk mendukung kelancaran arus mudik. Pos tersebut ditempatkan di lokasi rawan serta pusat aktivitas masyarakat.
“Pos pengamanan berada di Kecamatan Pandan dan Sarudik, sementara pos pelayanan disiapkan di Kecamatan Sibabangun dan Tapian Nauli,” jelasnya.
Selain itu, pos terpadu juga disiagakan di Bandara Dr Ferdinand Lumban Tobing Pinangsori untuk memantau arus mudik melalui jalur udara. Pos tersebut diharapkan dapat meningkatkan pelayanan kepada para pemudik yang menggunakan transportasi udara.
“Pos terpadu di Bandara Dr Ferdinand Lumban Tobing disiapkan untuk memantau arus mudik melalui jalur udara sekaligus memberikan pelayanan bagi masyarakat,” katanya.
Masinton juga mengingatkan seluruh petugas agar mengedepankan pelayanan yang cepat, responsif, dan humanis kepada masyarakat selama operasi berlangsung. Ia berharap sinergi antara pemerintah daerah, TNI, Polri, dan masyarakat dapat menciptakan mudik yang aman di Tapanuli Tengah.
“Dengan sinergi yang kuat antara Pemkab, TNI, Polri, dan seluruh elemen masyarakat, kita wujudkan Mudik Aman, Keluarga Bahagia di Tapanuli Tengah,” pungkasnya.