Filter Hati Jadi Kunci Menghadapi Gempuran Konten Digital

  • 12 Mar 2026 11:08 WIB
  •  Sibolga

RRI.CO.ID, Sibolga – Perkembangan kecerdasan buatan (AI) yang semakin pesat, menimbulkan kekhawatiran serius di berbagai sektor global.

Kekhawatiran ini menimbulkan dampak yang semakin terasa, mulai dari potensi pengangguran massal, manipulasi informasi, hingga ancaman keamanan.

Masifnya kemajuan dunia digital saat ini membuat orang terpapar berbagai konten setiap hari, mulai dari informasi, hiburan, hingga opini yang beragam.

Kemudahan mengakses informasi seperti, Konten yang tidak jelas kebenarannya, komentar yang memancing amarah, serta materi yang tidak sesuai nilai, membutuhkan kesadaran untuk menyaring apa yang masuk ke dalam hati dan pikiran.

Dalam kondisi ini, konsep "filter hati" penting untuk menjaga keseimbangan emosional dan kejernihan berpikir, guna menghindari dampak negatif dari konten yang tidak bermanfaat atau bahkan merusak.

"Sebagai kreator, saya merasa memiliki tanggung jawab moral untuk memproduksi konten yang positif dan tidak memberikan dampak buruk bagi audiens. Namun, bukan kreator saja yang perlu menyaring konten yang dibuat, tetapi juga pengguna harus memiliki filter hati dalam mengonsumsinya," ujar Agus dalam acara Sore Ceria "Tauladan", Pro2 RRI Sibolga, Selasa, 10 Maret 2026.

Ia menambahkan, sangat disayangkan belakangan banyak konten yang dibuat hanya untuk mengejar klik dan popularitas, tanpa memperhatikan kualitas dan dampaknya.

"Jika kita tidak memiliki filter hati, maka mudah terpengaruh oleh konten semacam itu, yang bisa membuat kita kehilangan fokus dan bahkan terbawa emosi yang tidak perlu," katanya.

Sementara itu Rahmet Tanjung, Ketua Nasyiatul Aisyiyah Kota Sibolga, mengatakan dengan memiliki filter hati yang baik, diharapkan setiap orang dapat menikmati manfaat dari dunia digital tanpa harus khawatir akan dampak negatifnya. Dan platform media sosial pun memperketat batasan akses terhadap materi yang berpotensi berbahaya atau tidak sesuai usia.

Saya selalu berusaha untuk berpikir berkali-kali sebelum membagikan sesuatu, karena tidak semua orang memiliki panduan yang sama dalam menghadapi konten digital."

Selain dari sisi konsumen dan kreator, upaya untuk melindungi pengguna juga perlu dilakukan oleh platform media sosial, untuk membatasi akses terhadap materi yang berpotensi berbahaya atau tidak sesuai usia.

"Dengan memiliki filter hati yang baik, diharapkan setiap orang dapat menikmati manfaat dari dunia digital tanpa harus khawatir akan dampak negatifnya," tutup Rahmet.

Rekomendasi Berita