Ramadan, Masyarakat Diimbau Tidak Panic Buying
- 26 Feb 2026 21:23 WIB
- Sibolga
RRI.CO.ID, Sibolga - Belanja berlebihan saat bulan Ramadan dapat menyebabkan pasokan kebutuhan pangan berkurang dan harga menjadi naik di pasaran. Hal itu disampaikan Aditya Marbun melalui sambungan telepon seluler dalam Program Opini Publik pada Selasa, 24 Februari 2026.
Menurut Aditya, pengawasan distribusi bahan pokok harus diperketat agar pasokan tetap tersedia selama Ramadan. “Langkah ini penting untuk mencegah permainan harga oleh oknum pedagang yang bisa merugikan konsumen kecil di pasar tradisional,” ungkapnya.
Ia menekankan pentingnya kerja sama antara pemerintah daerah dan pelaku usaha dalam menjaga ketersediaan kebutuhan pokok. “Sinergi yang baik akan menciptakan sistem distribusi yang lebih adil bagi masyarakat berpenghasilan rendah selama bulan suci,” jelasnya.
Aditya juga mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembelian secara berlebihan, terutama menjelang waktu berbuka puasa. “Perilaku belanja yang tidak terkendali bisa mempercepat kenaikan harga dan mengganggu keseimbangan stok di pasar,” tuturnya.
Selain itu, ia menilai keterbukaan informasi mengenai stok pangan sangat penting untuk mencegah kepanikan belanja. “Pemerintah sebaiknya rutin mengumumkan data pasokan kebutuhan pokok melalui media lokal selama Ramadan berlangsung,” paparnya.
Melalui pembahasan tersebut, pendengar diharapkan semakin sadar akan pentingnya menjaga keseimbangan konsumsi pangan harian. “Program ini menjadi sarana edukasi agar masyarakat lebih bijak berbelanja dan ikut menjaga stabilitas ekonomi daerah,” pungkasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....