Anak Muda Zaman Now : Multitasking atau Overthinking?

  • 26 Feb 2026 05:33 WIB
  •  Sibolga

RRI.CO.ID, Sibolga - Kecenderungan multitasking di kalangan anak muda semakin terasa. Namun di balik itu, muncul juga kecenderungan multi-overthinking yang menguras energi mental.

Banyak anak muda merasa harus mampu melakukan banyak hal sekaligus. Tuntutan akademik, pekerjaan, dan eksistensi digital hadir dalam waktu bersamaan.

Kemampuan membagi fokus sering dianggap sebagai keunggulan generasi sekarang. Sayangnya, tidak semua mampu menjaga kestabilan emosi dan pikiran.

Tekanan media sosial turut memperbesar rasa cemas dan kebiasaan membandingkan diri. Melihat pencapaian orang lain membuat sebagian pemuda merasa tertinggal.

Raka, mahasiswa, mengatakan pada acara Sore Ceria Pro 2 RRI Sibolga, Rabu, 25 Februari 2026, ia sering overthinking sebelum memulai sesuatu. “Saya belum benar-benar memulai, tetapi pikiran saya sudah membayangkan berbagai kemungkinan yang belum tentu terjadi,” ujarnya.

Ia menambahkan, rasa takut terhadap penilaian orang lain kerap menghambat langkahnya. “Terkadang saya belum mencoba, tetapi sudah merasa khawatir terhadap komentar orang,” katanya.

Berbeda dari Raka, Nabila, seorang pekerja kantoran, merasa multitasking membuatnya cepat lelah. “Saya mengerjakan beberapa tugas sekaligus, namun konsentrasi saya menjadi mudah terpecah,” tuturnya.

Menurut Nabila, produktif tidak selalu berarti melakukan banyak hal bersamaan. “Bagi saya, lebih baik fokus menyelesaikan satu pekerjaan dengan baik daripada terlihat sibuk tanpa hasil maksimal,” tegasnya.

Kondisi ini menunjukkan anak muda memiliki potensi besar sekaligus tantangan mental yang nyata. Keseimbangan antara keberanian bertindak dan pengelolaan pikiran menjadi kunci menghadapi tekanan zaman.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....