Mengatasi Rasa Malas Belajar pada Anak

  • 25 Feb 2026 21:27 WIB
  •  Sibolga

RRI.CO.ID, Sibolga - Naufal Limbong menyampaikan pentingnya mengatasi rasa malas saat belajar kepada anak dalam program Arena Anak di Pro1 RRI Sibolga, Minggu, 22 Febaruai 2026. Pesan itu disampaikannya kepada para pendengar sebagai bagian dari edukasi ringan yang rutin dihadirkan untuk anak dan orang tua.

Ia menjelaskan, rasa malas kerap muncul akibat kebiasaan menunda tugas dan belum adanya tujuan belajar yang jelas pada usia sekolah. “Rasa malas biasanya muncul karena anak sering menunda pekerjaan dan belum punya tujuan belajar yang ingin dicapai,” ungkapnya.

Menurut Naufal, motivasi belajar dapat dibangun melalui jadwal yang teratur dan suasana belajar yang menyenangkan di rumah maupun di sekolah. “Kalau ada jadwal yang konsisten dan suasana yang nyaman, anak akan lebih semangat untuk belajar setiap hari,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya peran orang tua dalam membentuk kebiasaan disiplin pada anak. “Orang tua harus memberi contoh disiplin supaya anak bisa meniru kebiasaan belajar yang baik secara konsisten,” katanya.

Selain orang tua, guru dinilai memiliki peran besar dalam menciptakan metode pembelajaran yang kreatif dan mudah dipahami siswa. “Metode seperti permainan edukatif dan diskusi kelompok bisa membuat materi lebih menarik dan tidak membosankan,” pungkasnya.

Naufal menekankan pentingnya istirahat yang cukup untuk menjaga konsentrasi belajar, baik siang maupun malam hari. “Anak juga perlu istirahat yang cukup supaya fokusnya tetap terjaga saat belajar,” ucapnya.

Ia turut mengingatkan agar penggunaan teknologi dilakukan secara bijak agar tidak mengganggu waktu belajar anak di rumah. “Gadget boleh digunakan, tapi harus diatur supaya tidak mengganggu jam belajar,” tambahnya.

Program Arena Anak menghadirkan materi sederhana yang relevan dengan kehidupan sehari-hari anak di wilayah pesisir. “Materinya kami susun agar mudah dipahami anak dari berbagai latar belakang pendidikan dan budaya,” jelasnya.

Pendengar juga diajak membuat target kecil setiap minggu agar proses belajar terasa lebih ringan dan terukur. “Target kecil itu efektif menumbuhkan kepercayaan diri dan tanggung jawab belajar pada anak,” tutupnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....