Mengenal Weaponized Incompetence, Cara Hindari Tanggung Jawab

  • 28 Sep 2026 21:39 WIB
  •  Sibolga

RRI.CO.ID, Sibolga - Weaponized incompetence merupakan perilaku ketika seseorang menggunakan ketidakmampuan untuk menghindari tanggung jawab tertentu. Psikolog Fairuza Lestari membahas hal tersebut dalam Program Pengarusutamaan Gender, Senin, 28 September 2026.

Menurut Fairuza, perilaku tersebut terjadi ketika seseorang sengaja menunjukkan ketidakmampuan agar tanggung jawabnya dialihkan. “Ketidakmampuan itu kemudian dijadikan alasan supaya tanggung jawabnya diberikan kepada orang lain,” ujar Fairuza.

Perilaku tersebut dapat muncul dalam berbagai relasi, termasuk keluarga, pasangan, maupun lingkungan kerja. Kondisi ini berpotensi menciptakan pembagian peran yang tidak seimbang antara laki-laki dan perempuan.

Fairuza menjelaskan, pola tersebut berbeda dengan seseorang yang benar-benar belum memiliki kemampuan menjalankan tanggung jawab. “Kalau memang tidak mampu, biasanya ada kemauan untuk belajar dan memperbaiki diri,” jelasnya.

Sementara itu, weaponized incompetence cenderung terlihat dari pola yang berulang dan minimnya upaya meningkatkan kemampuan. Akibatnya, pihak lain dapat terus menerima tanggung jawab tambahan yang seharusnya dibagi secara setara.

Menurut Fairuza, komunikasi terbuka menjadi salah satu langkah menghadapi pola tersebut dalam kehidupan sehari-hari. Pembagian tanggung jawab perlu disepakati bersama berdasarkan kemampuan dan peran masing-masing.

Fairuza mengajak masyarakat mengenali pola tersebut agar pengarusutamaan gender dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. “Kesetaraan bukan berarti semua harus melakukan hal yang sama, tetapi tanggung jawab perlu dibagi secara adil,” pungkasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....