Kesetaraan Digital : Teknologi Asistif Buka Askes Edukasi & Peluang Usaha Difabel

  • 19 Sep 2026 14:32 WIB
  •  Sibolga

RRI.CO.ID,Sibolga - Ditengah pesatnya perkembangan teknologi informasi, internet kini bukan hanya menjadi sarana komunikasi. Dunia digital telah menjadi ruang untuk belajar, memperoleh informasi, mengakses layanan publik, hingga menemukan peluang usaha.

Namun bagi penyandang disabilitas, kemudahan tersebut masih sangat bergantung pada apakah sebuah perangkat, aplikasi maupun konten digital dirancang secara inklusif.

Salah satu persoalan yang perlu diperhatikan adalah desain layanan digital. Bagi penyandang tunanetra, misalnya, keberadaan fitur pembaca suara atau screen reader dapat membantu mengenali informasi yang tampil di layar. Penyediaan teks atau caption dalam video dapat membantu memahami informasi yang disampaikan. Lebih dari itu, informasi yang tersedia juga harus dapat digunakan oleh masyarakat dengan kebutuhan yang berbeda.

Mukhlis, dalam program Ruang Disabilitas Pro 1 RRI Sibolga, Sabtu, 19 September 2026, mengatakan, bahwa Penyandang disabilitas memiliki kebutuhan yang sama untuk memperoleh informasi. Karena itu, layanan digital sebaiknya dibuat lebih mudah digunakan oleh masyarakat dengan berbagai kondisi.

Ditambahkan, bahwa teknologi seharusnya membantu semua orang memperoleh informasi dengan lebih mudah. Penyandang disabilitas juga perlu mendapatkan kesempatan yang sama dalam menggunakan teknologi.

Kesetaraan akses digital juga berkaitan erat dengan dunia pendidikan. Melalui internet, penyandang disabilitas dapat memperoleh bahan pembelajaran, mengikuti pelatihan, mencari referensi, hingga berkomunikasi dengan komunitas dan lembaga pendidikan.

Dengan dukungan teknologi asistif, hambatan dalam mengakses materi pembelajaran dapat dikurangi. Bukan hanya bagaimana seseorang dapat menggunakan internet, tetapi juga bagaimana informasi tersebut dapat diakses, dipahami dan dimanfaatkan sesuai kebutuhannya.

Penyandang disabilitas dapat memanfaatkan internet untuk mencari informasi mengenai pelatihan kewirausahaan, memasarkan produk, membangun jejaring pelanggan, hingga mengetahui berbagai peluang usaha.

Media sosial dan platform digital juga dapat menjadi ruang promosi bagi usaha yang dijalankan penyandang disabilitas.

Pemanfaatan teknologi yang inklusif diharapkan dapat membuka kesempatan yang lebih luas dalam memperoleh informasi, mengikuti pendidikan, serta mengembangkan potensi dan peluang usaha.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....