Generasi Muda Merajut Keberagaman dan Merawat Keharmonisan Bangsa

  • 17 Sep 2026 15:55 WIB
  •  Sibolga

RRI.CO.ID, Sibolga - Kota Sibolga dan Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) sejak lama dikenal sebagai miniatur kebhinekaan Indonesia. Perbedaan suku, budaya, dan agama hidup berdampingan secara harmonis secara turun-temurun. Semangat inilah yang terus dirawat dan dinyalakan kembali oleh generasi muda di tengah arus modernisasi.

Berbagai lembaga kepemudaan di Sibolga-Tapteng aktif menginisiasi kegiatan kolaboratif yang melibatkan pemuda dari beragam latar belakang keyakinan dan suku. Mulai dari aksi sosial, dialog lintas agama, hingga festival seni budaya pemuda, ruang-ruang perjumpaan ini terbukti efektif merawat kerukunan dan meredam potensi gesekan sosial di akar rumput.

Anggota organisasi kepemudaan Deri Rizky, yang tergabung dalam organisasi Kesatuan Aksi Mahasiswa Sibolga-Tapanuli Tengah (KAMISTA) mengatakan, semangat merajut kebangsaan ini tercermin langsung dari pandangan para generasi muda yang aktif menggerakkan roda keharmonisan di Sibolga dan Tapanuli Tengah.

“Sibolga dan Tapteng ini rumah kita bersama yang pondasinya sudah dibangun kuat oleh para pendahulu kita dari berbagai latar belakang agama dan suku. Tugas kami sebagai generasi muda hari ini bukan cuma menikmati keharmonisan itu, tapi aktif merawatnya. Lewat forum-forum diskusi pemuda dan kegiatan sosial lintas kelompok, kami ingin membuktikan bahwa pemuda Sibolga solid dan tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang memecah belah.” Kata Deri dalam acara Jaga Malam (Obrolan Komunitas) Pro2 RRI Sibolga. Rabu, 16 September 2026.

Suci Lestari masih dari organisasi KAMISTA mengatakan, sudah sejak lama toleransi itu terjaga di kota Sibolga dan Tapanuli tengah.

“Toleransi di tengah masyarakat kota Sibolga dan Tapanuli Tengah sudah sangat kental karena telah terjaga sejak dulu kala, dan itu harus terus dijaga lewat aksi nyata. Dari hal-hal sederhana seperti gotong royong dan saling membantu tanpa membeda-bedakan latar belakang, rasa kekeluargaan itu tumbuh dengan sendirinya dan mengakar kuat di hati anak muda kota Sibolga – Tapanuli Tengah.”

Meskipun kehidupan sosial di Sibolga dan Tapanuli Tengah relatif kondusif, para pemuda tetap menyadari pentingnya kewaspadaan terhadap potensi polarisasi, terutama yang kerap disusupkan melalui media sosial. Oleh karena itu, penguatan literasi digital serta dialog tatap muka secara berkala menjadi kunci utama agar ikatan persaudaraan tidak mudah luntur.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....