Tapteng Dilirik Jadi Daerah Produsen Garam Nasional

  • 23 Agt 2026 07:35 WIB
  •  Sibolga

RRI.CO.ID, Tapteng - TNI Angkatan Darat dan akademisi mengakaji potensi Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) untuk menjadi daerah produsen garam nasional.

Penelitian dilakukan oleh Batalyon Infanteri (Yonif) TP 905/Tuan Syah bersama Pusat Studi Kebijakan Publik dan Politik (PUSTAKA) Universitas HKBP Nommensen Pematangsiantar.

Kedua pihak bekerjasama menganalisis kualitas air laut sebagai bahan baku garam, di wilayah pesisir Kecamatan Manduamas, Tapteng.

Kegiatan ini bertujuan mendukung pengembangan usaha garam rakyat di wilayah tersebut.

Danyonif TP 905/Tuan Syah, Letnan Kolonel Inf Sabar Marihot Simanjuntak, mengatakan rencana pengembangan usaha tersebut sebagai bagian dari program ketahanan pangan dengan pemberdayaan masyarakat.

“Potensi lokal perlu kita lihat dan kembangkan. Karena itu kami (TNI AD) mendorong potensi garam rakyat ini, dikaji secara ilmiah bersama perguruan tinggi agar dapat diketahui potensinya dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” terangnya, dalam siaran pers pada Kamis, 20 Agustus 2026.

Ketua PUSTAKA Universitas HKBP Nommensen Pematangsiantar, Rindu Erwin Marpaung, menyebut Pantai Sago, Pantai Tapus, Pantai Biru, Pantai Sindeas, dan Pantai Afdeling sebagai lokasi pengambilan sampel penelitian air laut.

Metode ini dilakukan oleh tim peneliti untuk memperoleh gambaran yang lebih representatif mengenai karakteristik air laut, di wilayah pesisir Manduamas.

“Pengambilan sampel pada beberapa titik ini, penting agar kita tidak hanya melihat kondisi air laut dari satu lokasi. Karena, setiap titik dapat memiliki karakteristik yang berbeda,” jelasnya.

Rindu mengatakan penelitian harus dilakukan karena pengembangan usaha garam rakyat tidak semata persoalan teknis produksi.

Jika potensi tersebut terbukti secara ilmiah, pengembangannya akan berkaitan dengan pemberdayaan masyarakat, ekonomi lokal, ketahanan pangan, tata kelola sumber daya pesisir, serta kebijakan pemerintah daerah.

“Yang ingin kita bangun bukan sekadar angka hasil laboratorium. Data tersebut harus dapat menjawab pertanyaan yang lebih besar, apakah sumber daya air laut, di Manduamas, memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi bahan baku garam rakyat, bagaimana kualitasnya, dan seperti apa peluang pengembangannya secara berkelanjutan,” tegasnya..

Pemkab Tapteng juga menyatakan kesiapan untuk menindaklanjuti hasil penelitian terhadap potensi pengembangan usaha garam rakyat.

Dengan harapan Tapteng bisa menjadi daerah produsen garam industri dan garam komsumsi, di wilayah pesisir Pantai blBarat Sumatera Utara.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....