Bahasa dan Budaya Lokal di tengah Pergaulan ASEAN

  • 10 Agt 2026 05:27 WIB
  •  Sibolga

RRI.CO.ID, Sibolga - Peringatan Hari ASEAN menjadi momentum memperkenalkan budaya lokal sebagai identitas Indonesia di tengah pergaulan regional. Keterbukaan kawasan ASEAN dinilai tidak harus menghapus karakter budaya daerah yang selama ini tumbuh bersama masyarakat pesisir kita.

Program Sibolga Pagi Ini Pro1 RRI Sibolga, Sabtu 8 Agustus 2026 menghadirkan Lidya Fransiska, Duta Kebudayaan Tapanuli Tengah. Ia membahas pentingnya budaya lokal sebagai kekuatan identitas Indonesia dalam membangun hubungan masyarakat positif di kawasan ASEAN.

Lidya mengatakan keterbukaan ASEAN seharusnya mendorong masyarakat memperkenalkan bahasa, kuliner, pakaian adat, serta seni tradisional kepada kawasan, ujarnya. Menurutnya, pengenalan budaya melalui ruang digital dapat memperluas apresiasi terhadap keberagaman Indonesia sekaligus memperkuat identitas budaya bangsa nasional.

Menurutnya, kekayaan budaya pesisir Sibolga dan Tapanuli Tengah memiliki karakter kuat yang dapat menjadi kekuatan diplomasi budaya Indonesia. Tradisi masyarakat pesisir, musik, serta kuliner khas daerah dapat dikemas menarik tanpa menghilangkan nilai warisan budaya lokal setempat.

Budaya tersebut mencakup musik tradisional, tradisi masyarakat pesisir, kuliner khas, hingga bahasa daerah yang diwariskan antargenerasi secara turun-temurun. Keberagaman itu menjadi modal penting untuk memperkenalkan Tapanuli Tengah sebagai bagian dari kekayaan budaya Indonesia kepada masyarakat ASEAN.

Lidya menambahkan media sosial menjadi sarana efektif mengenalkan budaya lokal kepada masyarakat luar daerah dan negara ASEAN, tambahnya. Konten budaya yang informatif dan kreatif dinilai mampu menjangkau generasi muda sekaligus membangun ketertarikan terhadap tradisi daerah tersebut.

Penggunaan media digital memungkinkan generasi muda mengemas budaya secara kreatif tanpa menghilangkan nilai, makna, serta keaslian tradisi daerah. Pemanfaatan teknologi juga membuka peluang kolaborasi budaya antara komunitas lokal dengan masyarakat dari berbagai negara ASEAN lainnya regional.

Karena itu, generasi muda diharapkan aktif mempelajari budaya sendiri sebelum memperkenalkan keberagaman Indonesia kepada masyarakat ASEAN secara luas. Mengenal budaya negara lain tetap penting, namun mencintai dan memperkenalkan budaya sendiri merupakan bagian menjaga identitas bangsa bersama.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....