Kenali Hoaks, Masyarakat Diminta Lebih Bijak Bermedia Digital

  • 29 Jul 2026 05:51 WIB
  •  Sibolga

RRI.CO.ID, Sibolga - Narasumber Program Literasi Digital Pro 1 RRI Sibolga Syahrul Gunawan mengingatkan masyarakat agar mampu mengenali hoaks di tengah derasnya arus informasi digital. Penyampaian tersebut disampaikan melalui sambungan telepon pada Program Literasi Digital Pro 1 RRI Sibolga, Selasa, 28 Juli 2026.

Kemudahan akses informasi membuat setiap orang dapat menyebarkan berbagai konten tanpa melalui proses verifikasi yang memadai. Kondisi tersebut meningkatkan risiko penyebaran disinformasi sehingga masyarakat dituntut lebih cermat dalam menerima maupun membagikan informasi.

"Hoaks sering memanfaatkan emosi pembaca sehingga orang terburu-buru percaya tanpa memeriksa sumber dan kebenaran informasi," ujar Syahrul Gunawan. Ia menegaskan literasi digital menjadi bekal penting agar masyarakat mampu membedakan fakta dan opini dalam kehidupan sehari-hari.

Syahrul menjelaskan hoaks umumnya memiliki judul provokatif, sumber tidak jelas, serta mengajak pembaca segera menyebarkan informasi tanpa bukti. "Masyarakat perlu memeriksa alamat situs, mengecek tanggal publikasi, serta membandingkan informasi dengan media yang kredibel," katanya.

Ia juga mengingatkan masyarakat untuk lebih berhati-hati terhadap gambar maupun video yang telah dimanipulasi sehingga terlihat seolah-olah benar. "Jangan langsung membagikan pesan mencurigakan, pastikan terlebih dahulu kebenarannya melalui sumber resmi dan situs pemeriksa fakta terpercaya," tegasnya.

Menurutnya, pendidikan literasi digital sejak dini di lingkungan keluarga maupun sekolah sangat penting untuk membentuk kebiasaan melakukan cek fakta. Langkah tersebut diharapkan mampu menumbuhkan sikap kritis sekaligus mencegah penyebaran informasi palsu di ruang digital.

Syahrul berharap masyarakat, media, pemerintah, dan lembaga pendidikan terus memperkuat kolaborasi membangun ekosistem informasi yang sehat dan terpercaya. Dengan mengenali ciri-ciri hoaks, masyarakat diharapkan lebih bijak memanfaatkan media digital serta tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang menyesatkan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....