Bupati Taput Siap Optimalkan Paviliun Daerah untuk Dongkrak Ekonomi Rakyat
- 05 Jul 2026 16:48 WIB
- Sibolga
RRI.CO.ID, Medan - Bupati Tapanuli Utara Dr. Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat, S.Si., M.Si., menegaskan PRSU menjadi momentum memperkuat promosi potensi daerah dan investasi. Bupati bersama Ketua TP PKK Ny. Neny Angelina JTP Hutabarat menghadiri pembukaan Pekan Raya Sumatera Utara ke-50 di Kompleks PRSU Medan, Jumat, 3 Juli 2026.
Kehadiran jajaran Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara menunjukkan komitmen dalam mendukung program strategis Pemerintah Provinsi Sumatera Utara. Momentum tersebut juga dimanfaatkan untuk mempromosikan berbagai potensi unggulan daerah kepada masyarakat, pelaku usaha, dan investor.
"Keikutsertaan Tapanuli Utara pada PRSU ke-50 merupakan upaya memperluas promosi daerah sekaligus membuka peluang investasi bagi sektor unggulan," ujar Bupati Tapanuli Utara Dr. Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat. Menurutnya, kolaborasi antardaerah menjadi langkah penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
"Melalui Paviliun Tapanuli Utara, kami memberikan ruang bagi pelaku UMKM, pengrajin ulos, komunitas seni, dan petani untuk memperkenalkan produk terbaiknya," katanya. Ia berharap partisipasi tersebut mampu meningkatkan daya saing produk lokal hingga menjangkau pasar yang lebih luas.
"PRSU bukan hanya menjadi ajang promosi, tetapi juga wadah bertukar inovasi dan memperkuat jejaring kerja sama dengan berbagai pihak," ucapnya. Bupati optimistis kegiatan ini akan memberikan dampak positif terhadap peningkatan ekonomi masyarakat Tapanuli Utara.
Pekan Raya Sumatera Utara ke-50 mengusung tema "Harmoni Emas: Kolaborasi Tradisi Bangkitkan Inspirasi" dan dibuka oleh Wakil Gubernur Sumatera Utara H. Surya, B.Sc., mewakili Gubernur Sumatera Utara M. Bobby Afif Nasution. Kegiatan tersebut berlangsung selama 31 hari, mulai 3 Juli hingga 2 Agustus 2026, dengan target kunjungan lebih dari 300 ribu pengunjung.
Pada perayaan setengah abad PRSU, panitia juga meluncurkan maskot Orangutan Tapanuli sebagai simbol keanekaragaman hayati khas kawasan Tapanuli. Kehadiran maskot tersebut menjadi kebanggaan tersendiri sekaligus memperkuat identitas ekologis yang melekat pada wilayah Tapanuli Utara di tingkat regional maupun internasional.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....