Aksi Muda Penjaga Pantai Tanam Mangrove Sibolga
- 03 Jul 2026 18:24 WIB
- Sibolga
RRI.CO.ID, Sibolga - Ancaman abrasi dan dampak perubahan iklim di kawasan pesisir barat Sumatra Utara mendorong generasi muda mengambil langkah nyata melalui aksi penanaman ribuan bibit mangrove. Gerakan tersebut menjadi simbol kuat bahwa estafet perlindungan lingkungan kini berada di tangan kaum muda yang peduli terhadap keberlanjutan bumi.
Aksi penanaman mangrove dilakukan secara gotong royong sebagai upaya membangun benteng hijau yang mampu melindungi kawasan pesisir dari abrasi, gelombang pasang, serta ancaman bencana ekologis pada masa mendatang. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan menjaga keseimbangan ekosistem pesisir sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pelestarian lingkungan.
Pegiat Lingkungan Sibolga-Tapanuli Tengah, Damai Mendrofa, mengapresiasi semangat dan konsistensi para pemuda yang terlibat dalam gerakan tersebut. Menurutnya, keterlibatan generasi muda menjadi faktor penting dalam menjaga keberlanjutan kawasan pesisir yang memiliki tingkat kerentanan tinggi terhadap abrasi.
"Apa yang dilakukan oleh anak-anak muda ini adalah langkah krusial. Kawasan pesisir Sibolga dan Tapanuli Tengah memiliki kerentanan yang tinggi terhadap abrasi," ujar Damai Mendrofa saat menjadi narasumber dalam program Spada Pro2 RRI Sibolga, Jumat, 3 Juli 2026.
Mangrove bukan cuma menahan pengikisan pantai, tapi juga menjadi rumah bagi biota laut yang menjadi sumber mata pencaharian nelayan lokal," tambahnya.
Damai menjelaskan, tantangan terbesar dari gerakan pelestarian mangrove bukan terletak pada proses penanaman, melainkan bagaimana memastikan bibit yang ditanam dapat tumbuh dan berkembang dengan baik. Menurutnya, keberhasilan rehabilitasi pesisir sangat ditentukan oleh komitmen jangka panjang seluruh pihak.
"Menanam itu mudah, yang menantang adalah merawatnya. Kehadiran gerakan pemuda ini membawa energi baru," ujarnya lagi.
"Mereka tidak hanya menanam lalu pergi, tetapi juga mengedukasi masyarakat sekitar untuk menjaga ekosistem yang baru tumbuh. Ini adalah wujud nyata dari kepahlawanan iklim di tingkat tapak," katanya.
Gerakan penghijauan pesisir diharapkan terus berkembang dan menginspirasi lebih banyak komunitas pemuda di berbagai daerah untuk melakukan aksi serupa. Kolaborasi antara masyarakat, komunitas, pemerintah, dan dunia pendidikan dinilai menjadi kunci dalam menjaga keberlanjutan ekosistem pesisir.
Hutan mangrove yang terawat tidak hanya berfungsi sebagai pelindung alami pantai dari abrasi dan gelombang, tetapi juga menjadi penyerap karbon yang efektif dalam mengurangi dampak perubahan iklim. Di sisi lain, kawasan mangrove berpotensi dikembangkan sebagai destinasi ekowisata berbasis edukasi yang mampu memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat setempat.
Melalui aksi sederhana namun berdampak besar tersebut, generasi muda membuktikan bahwa menjaga lingkungan bukan sekadar wacana, melainkan tindakan nyata yang dimulai dari daerah masing-masing. Pesan yang ingin disampaikan pun jelas, masa depan bumi tidak hanya dirumuskan di ruang-ruang rapat, tetapi juga diperjuangkan melalui aksi nyata di lapangan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....