Bersih Mangrove dan Pelatihan Terumbu Karang Artifisial di Tapteng
- 25 Jun 2026 20:37 WIB
- Sibolga
RRI.CO.ID, Tapteng - PT Agincourt Resources (PTAR) bersama Yayasan Menjaga Pantai Barat (Yamantab) gelar aksi bersih konservasi mangrove lestari dan pelatihan pembuatan terumbu karang artifisial di kawasan konservasi mangrove Kelurahan Kalangan, Kecamatan Pandan, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) pada Kamis, 25 Juni 2026. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, mengusung tema; Saatnya Bekerja untuk Iklim dan melibatkan masyarakat, pemerintah daerah, komunitas lingkungan, insan pers, serta karyawan PTAR.
“Kegiatan ini bertujuan mengkampanyekan pentingnya menjaga kelestarian kawasan mangrove serta meningkatkan kesadaran masyarakat agar tidak buang sampah sembarangan. Pengunjung diharapkan membawa kembali sampah yang dihasilkan dan tidak membuangnya ke laut maupun sekitar akar mangrove karena merusak ekosistem,” kata Damai Mendrofa, ketua Yamantab.
Damai menyebut aksi bersih-bersih dilaksanakan di dua titik yaitu di dermaga baru dan dermaga lama yang berada di kawasan konservasi mangrove binaan Kelompok Tani Hutan (KTH) dengan pendampingan PTAR. Selain membersihkan kawasan, peserta juga mendapatkan edukasi mengenai pengelolaan sampah berkelanjutan berbasis ekonomi sirkular.
“Sebanyak 60 peserta terlibat dalam kegiatan ini berhasil mengumpulkan sekitar 150 kilogram sampah yang terdiri dari plastik, kertas, kardus, kaleng, dan kaca. Sampah yang terkumpul akan dikelola dan didaur ulang melalui Bank Sampah Yamantab (BSY),” sebutnya.
Selain aksi bersih lingkungan, PTAR juga menggelar pelatihan pembuatan terumbu karang artifisial. Peserta mendapatkan edukasi mengenai fungsi penting terumbu karang sebagai habitat biota laut, pelindung garis pantai, penyaring alami, serta penopang rantai makanan dan keseimbangan iklim.
Peserta juga diberikan pemahaman mengenai ancaman terhadap ekosistem terumbu karang serta berbagai upaya restorasi yang dapat dilakukan, seperti pembangunan terumbu karang buatan dan transplantasi karang untuk memulihkan habitat yang rusak.
Ketua KTH Mangrove Mandiri Lestari, Abdul Rahman Sibuea mengapresiasi seluruh pihak terlibat termasuk Yamantab, Komunitas Bank Sampah, PTAR, media, dan masyarakat yang turut mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurut Rahman, kolaborasi serupa telah rutin dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap pelestarian lingkungan.
“Kami berharap semakin banyak pihak terlibat dalam menjaga kawasan mangrove dan pemerintah daerah dapat memberikan perhatian lebih terhadap peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia di masa mendatang. Kegiatan seperti ini menjadi momentum bersama untuk membangun budaya peduli lingkungan di Kabupaten Tapanuli Tengah,” ucap Rahman.
Senior Manager Corporate Communications PTAR, Katarina Siburian Hardono menyampaikan kegiatan ini merupakan dari komitmen perusahaan dalam menjaga ekosistem pesisir dan laut. Sejak 2023, PTAR telah menanam sekitar 90 ribu bibit mangrove di kawasan pesisir Tapteng yang mencakup area seluas 29 hektare.
“Penanaman pertama pada Februari 2023 di Desa Aek Garut dengan 30 ribu bibit mangrove di lahan seluas 10 hektare. Selanjutnya pada Juli 2024, PTAR menanam 60 ribu bibit mangrove di Kelurahan Kalangan dan Desa Sitio-tio Hilir pada area seluas 19 hektare,” bebernya.
“Bibit ditanam merupakan jenis lokal seperti Rhizophora sp, Avicennia spp, Nypa fruticans, dan Bruguiera sp, dipilih sesuai karakteristik kawasan agar mampu tumbuh optimal. Mangrove memiliki peran penting menyerap karbon dioksida, melindungi garis pantai dari abrasi, menyaring polutan, menjaga kualitas air, serta menjadi habitat berbagai biota pesisir seperti ikan, kepiting, dan kerang,” sebut Katarina.
“Keberadaannya juga memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat yang bergantung pada sumber daya pesisir. Melalui berbagai program konservasi tersebut, PTAR turut mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 13 tentang Penanganan Perubahan Iklim, SDG 14 tentang Ekosistem Laut, dan SDG 15 tentang Ekosistem Darat,” tutupnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....