Kesehatan Mental Pria Perlu Mendapat Perhatian Serius
- 22 Jun 2026 13:03 WIB
- Sibolga
RRI.CO.ID, Sibolga - Kesehatan mental pria masih menjadi isu yang kerap terabaikan di tengah masyarakat. Berbagai tuntutan sosial yang mengharuskan pria selalu tampil kuat, menjadi tulang punggung keluarga, serta tidak menunjukkan emosi, membuat banyak pria memilih memendam permasalahan yang mereka hadapi.
Kartika Syahputra, Aktivis Pemuda kota Sibolga, pada Dialog Pengarusutamaan Gender Pro 1, Senin, 22 Juni 2026 menjelaskan stigma sosial terhadap laki-laki menjadi salah satu faktor yang menghambat mereka untuk mencari bantuan ketika mengalami gangguan kesehatan mental.
Menurutnya, budaya yang menganggap pria tidak boleh menangis atau menunjukkan kelemahan telah melahirkan fenomena toxic masculinity. Kondisi ini membuat banyak pria merasa harus menyembunyikan perasaan sedih, stres, maupun kecemasan yang mereka alami.
“Banyak pria yang merasa harus selalu kuat dalam segala situasi. Padahal, setiap manusia memiliki batas kemampuan dan berhak mengekspresikan emosinya. Ketika tekanan terus dipendam, dampaknya bisa sangat serius bagi kesehatan mental,” kata Kartika.
Ia menjelaskan, depresi dan gangguan kecemasan pada pria sering kali tidak terdeteksi karena mereka cenderung enggan bercerita atau mencari pertolongan profesional. Akibatnya, masalah yang seharusnya dapat ditangani sejak dini justru berkembang menjadi lebih berat.
Kartika menambahkan bahwa kondisi tersebut juga dapat meningkatkan risiko perilaku negatif, seperti penyalahgunaan alkohol maupun zat terlarang sebagai pelarian dari tekanan hidup. Dalam kasus yang lebih ekstrem, gangguan kesehatan mental yang tidak tertangani dapat meningkatkan risiko tindakan bunuh diri.
| Baca juga: Beberapa Pencegahan Hanta Virus |
Oleh karena itu, ia mengajak masyarakat untuk mengubah cara pandang terhadap kesehatan mental pria. Menurutnya, keberanian untuk mengakui perasaan dan mencari bantuan bukanlah tanda kelemahan, melainkan bentuk tanggung jawab terhadap diri sendiri dan keluarga.
“Kita perlu menciptakan lingkungan yang aman dan suportif agar pria merasa nyaman berbicara tentang masalah yang mereka hadapi. Dukungan keluarga, sahabat, dan masyarakat sangat penting untuk membantu mereka menjaga kesehatan mental,” kata Kartika.
Kartika berharap edukasi mengenai kesehatan mental dapat terus ditingkatkan, terutama di kalangan generasi muda. Dengan meningkatnya kesadaran masyarakat, stigma terhadap kesehatan mental pria dapat berkurang sehingga lebih banyak laki-laki berani mencari bantuan ketika mengalami tekanan psikologis.
Melalui dukungan bersama, kesehatan mental pria diharapkan memperoleh perhatian yang sama pentingnya dengan kesehatan fisik, sehingga tercipta individu, keluarga, dan masyarakat yang lebih sehat serta produktif.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....