Waspada, Peredaran Narkoba Sasar Generasi Muda

  • 18 Jun 2026 18:17 WIB
  •  Sibolga

RRI.CO.ID, Sibolga - Masyarakat diminta semakin memperketat pengawasan terhadap anak-anak menyusul temuan modus baru peredaran narkotika.

Sindikat barang haram kini tidak lagi hanya menggunakan bentuk konvensional seperti pil atau bubuk, melainkan telah bertransformasi menjadi bentuk yang sangat akrab dengan kehidupan sehari-hari, seperti permen, jeli, hingga suplemen cair vape (liquid).

Pihak kepolisian mengungkapkan bahwa kamuflase ini sengaja dirancang untuk mengelabui petugas sekaligus memikat target baru, yakni kalangan remaja dan anak-anak.

Produk-produk palsu ini sering kali dijual secara terselubung melalui media sosial dengan istilah-istilah samaran.

Menanggapi kenyataan yang meresahkan ini, Agus yang tergabung dalam Forum Komunitas Kreatif menyerukan aksi tanggap darurat dari seluruh elemen masyarakat.

Mereka menilai, infiltrasi narkoba ke dalam bentuk panganan ringan adalah ancaman serius bagi masa depan bangsa.

“Modus baru ini benar-benar jahat karena menyasar rasa penasaran anak muda. Bentuknya permen, bahkan liquid vape yang kelihatan keren dan normal di tongkrongan," hal itu dikatakannya dalam acara Spada Pro2 RRI Sibolga. Kamis, 18 Juni 2026.

Agus menambahkan, Generasi muda Anti Narkoba meminta sesama generasi muda Indonesia untuk tidak mudah menerima makanan atau titipan barang dari orang yang tidak dikenal, atau membeli produk aneh secara online.

"Bagi kita generasi muda, jangan korbankan masa depan kalian hanya demi tren sesaat. Jika melihat ada yang mencurigakan di lingkungan sekitar atau media sosial, segera laporkan pihak berwajib. Kita harus saling jaga!,” tambah Agus.

Untuk mengantisipasi jatuhnya korban, berikut beberapa langkah waspada yang bisa diterapkan oleh orang tua maupun para pemuda.

Cek Kemasan dan Izin Edar: Pastikan setiap jajanan atau produk yang dikonsumsi memiliki izin resmi dari BPOM. Produk narkoba kamuflase biasanya tidak memiliki informasi produsen yang jelas.

Orang tua diimbau memeriksa riwayat transaksi digital anak, terutama jika ada paket mencurigakan dengan harga yang tidak masuk akal.

Pemerintah, Polres Sibolga dan komunitas pemuda memperluas sosialisasi ke sekolah-sekolah dan kampus guna memetakan serta memutus rantai peredaran gelap yang memanfaatkan teknologi digital ini.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....