Beralih ke Tisu Bambu untuk Jaga Kelestarian Hutan

  • 12 Jun 2026 11:02 WIB
  •  Sibolga

RRI.CO.ID, Sibolga – Penggunaan tisu dalam aktivitas harian masyarakat, mulai dari kebutuhan rumah tangga, rumah makan, hingga pelengkap di dalam tas belanjaan sudah menjadi hal yang tidak terpisahkan. Di tengah meningkatnya kesadaran akan kelestarian alam, kini muncul tren penggunaan tisu berbahan dasar bambu (bamboo tissue) sebagai alternatif dari tisu putih konvensional.

Langkah kecil ini dinilai mampu memberikan dampak besar terhadap pengurangan laju penggundulan hutan (deforestasi) secara global. Aktivis lingkungan Seabolga, Yuli Efriani, menjelaskan bahwa perbedaan paling mendasar dari kedua jenis tisu ini terletak pada bahan baku dan keramahannya terhadap ekosistem bumi.

“Tisu putih biasa yang sering kita gunakan itu terbuat dari bubur kertas kayu pohon yang membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk tumbuh sebelum siap tebang. Sementara itu, kalo tisu yang terbuat dari bambu, bambu memiliki siklus pertumbuhan yang sangat cepat dan dapat bertunas kembali tanpa harus ditanam dari awal setelah dipanen”, ujar Yuli melalui sambungan telepon dalam Program Siaran SPADA pada Rabu,10 Juni 2026.

Selain itu perbedaan tisu biasa dan tisu bambu juga dilihat dari sisi produksinya. “Tisu biasa umumnya melewati proses pemutihan menggunakan zat klorin, sedangkan tisu bambu dibiarkan berwarna kecokelatan alami tanpa zat kimia tambahan, sehingga memiliki sifat antibakteri alami dan jauh lebih aman untuk kulit sensitif,” tambahnya.

Salah satu Teman Pro 2 Sopi, pendengar asal Pandan melalui whatsapp interaktif Pro 2 bercerita pengalamannya yang beralih menggunakan tisu berbahan serat bambu. Karena ia memiliki tipe kulit yang sensitif dan mudah mengalami kemerahan.

“Awalnya aku mengira semua tisu sama saja, tetapi setelah mencoba tisu bambu, teksturnya terasa lebih kuat, tidak gampang hancur saat basah oleh keringat, dan yang paling penting kulitku tidak lagi terasa gatal akibat sisa zat kimia pemutih,”ujarnya.

Meskipun saat ini ketersediaan tisu bambu di pasar lokal belum semudah menemukan tisu biasa, pergeseran minat konsumen ini menunjukkan sinyal positif bahwa masyarakat semakin cerdas dalam memilih produk konsumsi. Menjadikan isu kelestarian alam sebagai bagian dari gaya hidup harian bukan lagi sekadar pilihan, melainkan sebuah tanggung jawab bersama untuk memastikan ekosistem bumi dan hutan tropis Indonesia tetap lestari bagi generasi mendatang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....