Ancaman Siber jadi Tantangan Ekonomi Digital
- 25 Mei 2026 11:13 WIB
- Sibolga
RRI.CO.ID, Sibolga - Perkembangan ekonomi digital di Indonesia dinilai terus mengalami pertumbuhan yang signifikan, namun disisi lain masih menghadapi berbagai tantangan serius. Kesenjangan infrastruktur, ancaman keamanan siber, serta rendahnya keterampilan digital masyarakat menjadi hambatan utama dalam mewujudkan pemerataan kesejahteraan bagi pelaku usaha di era digital.
Ari Budianto, Pemerhati Cyber Sibolga -Tapanuli Tengah, saat Beranda Astacita Ekonomi Digital Pro 1, Minggu, 24 Mei 2026 mengatakan transformasi digital memberikan peluang besar bagi masyarakat dan pelaku usaha untuk berkembang. Namun, tanpa dukungan infrastruktur dan sumber daya manusia yang memadai, pertumbuhan ekonomi digital tidak akan berjalan optimal.
“Ekonomi digital memang membuka banyak peluang, terutama bagi UMKM dan generasi muda. Tetapi tantangan yang dihadapi juga cukup besar, mulai dari keterbatasan jaringan internet di beberapa daerah, ancaman kejahatan siber, hingga kurangnya keterampilan digital masyarakat,” kata Ari.
Ia menjelaskan saat ini kesenjangan infrastruktur digital masih menjadi persoalan utama, khususnya di wilayah yang belum memiliki akses internet stabil. Kondisi ini menyebabkan pelaku usaha di daerah kesulitan bersaing dengan pelaku usaha di kota besar yang lebih maju dalam pemanfaatan teknologi.
| Baca juga: Penulis Novel Hadapi Tantangan Dunia Digital |
Selain itu, ancaman keamanan siber juga dinilai semakin meningkat seiring berkembangnya aktivitas digital masyarakat. Menurut Ari, banyak pelaku usaha kecil yang masih minim pemahaman mengenai perlindungan data dan keamanan transaksi online sehingga rentan menjadi korban penipuan maupun peretasan. “Keamanan siber harus menjadi perhatian serius. Banyak kasus pencurian data, penipuan online, hingga pembobolan akun bisnis yang terjadi karena rendahnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya keamanan digital,” katanya.
Ia menambahkan, lambatnya adaptasi regulasi terhadap perkembangan teknologi juga menjadi tantangan tersendiri. Regulasi yang belum sepenuhnya mengikuti perkembangan dunia digital dinilai dapat menghambat inovasi serta perlindungan terhadap pelaku usaha dan konsumen.
Peningkatan literasi digital harus dilakukan secara merata melalui pendidikan, pelatihan, dan sosialisasi kepada masyarakat. Langkah tersebut penting agar masyarakat tidak hanya mampu menggunakan teknologi, tetapi juga memahami etika dan keamanan dalam ruang digital. “Literasi digital bukan sekadar mampu menggunakan internet atau media sosial, tetapi juga memahami keamanan data, cara bertransaksi yang aman, serta memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan produktivitas ekonomi,” ujar Ari.
Ia berharap pemerintah, dunia pendidikan, dan sektor swasta dapat bersinergi dalam memperkuat ekosistem ekonomi digital yang aman dan inklusif. Dengan begitu, manfaat transformasi digital dapat dirasakan secara merata oleh seluruh masyarakat, termasuk pelaku usaha di daerah. “Jika tantangan ini mampu diatasi bersama, ekonomi digital akan menjadi kekuatan besar dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan daya saing bangsa di masa depan,” tutupnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....