Perpustakaan Bertransformasi jadi Ruang Modern
- 06 Mei 2026 16:42 WIB
- Sibolga
RRI.CO.ID, Sibolga - Perpustakaan tidak lagi sekadar menjadi tempat penyimpanan buku, melainkan telah bertransformasi menjadi pusat aktivitas modern yang ramah bagi generasi muda. Perubahan ini dilakukan untuk menjawab tantangan rendahnya minat baca, khususnya dikalangan Generasi Z dan Milenial.
Riry Novia, Tenaga pendidik di Tapanuli Tengah, pada Beranda Astacita Literasi Digital Pro 1, Selasa, 5 Mei 2026 mengatakan perpustakaan kini mulai menghadirkan berbagai fasilitas berbasis digital, seperti e-book dan akses internet. Selain itu, suasana ruang yang nyaman dan estetik turut menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung muda.
“Perpustakaan modern menghadirkan pengalaman baru. Tidak hanya membaca buku fisik, tetapi juga mengakses informasi digital yang lebih luas dan fleksibel. Pendekatan ini terbukti efektif dalam meningkatkan keterlibatan generasi muda terhadap aktivitas literasi. Kehadiran konten-konten kreatif di media sosial yang dipadukan dengan promosi koleksi perpustakaan juga mampu menarik perhatian mereka untuk kembali membaca,” kata Riry.
Meski demikian, tantangan rendahnya minat baca masih menjadi pekerjaan rumah bersama. Riry menilai perlu adanya kolaborasi antara sekolah, pemerintah, dan pengelola perpustakaan untuk terus menghadirkan inovasi yang relevan dengan kebutuhan zaman. “Generasi sekarang cenderung tertarik pada hal yang interaktif dan visual. Karena itu, perpustakaan harus mampu menyesuaikan diri, baik dari sisi koleksi maupun cara penyajiannya,” ujar Riry.
Ia juga menekankan pentingnya menyediakan koleksi buku yang sesuai dengan minat generasi muda, seperti buku pengembangan diri, teknologi, hingga karya fiksi populer. Dengan demikian, perpustakaan dapat menjadi ruang yang tidak hanya informatif, tetapi juga menyenangkan.
Transformasi ini diharapkan mampu mengubah stigma lama bahwa perpustakaan adalah tempat yang membosankan. Sebaliknya, perpustakaan kini hadir sebagai ruang belajar, berkarya, dan berinteraksi yang mendukung tumbuhnya budaya literasi di tengah masyarakat.
“Dengan inovasi berkelanjutan, perpustakaan diyakini dapat menjadi motor penggerak peningkatan minat baca sekaligus wadah pengembangan potensi generasi muda di era digital. Dan tak kalah menarik dari fasilitas berbasis digital lainnya, serta dapat juga membantu untuk mengurangi minat pada gawai dengan akses internet yang luar biasa, terhindar dari ketergantungan canggihnya akses gawai tersebut,” tutup Riry.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....