Cashless Society Dorong Transformasi Transaksi Digital
- 30 Apr 2026 15:05 WIB
- Sibolga
RRI.CO.ID, Sibolga - Fenomena Cashless Society atau masyarakat tanpa uang tunai semakin berkembang di Indonesia seiring pesatnya kemajuan teknologi digital dalam sektor keuangan. Sistem ini memungkinkan masyarakat melakukan berbagai transaksi tanpa menggunakan uang fisik, melainkan melalui platform digital seperti dompet elektronik, kartu debit maupun kredit, layanan internet banking, serta metode pembayaran berbasis QRIS yang kini semakin luas digunakan.
Saddam Husein Pasaribu, Pengawas Yunior KPw Bank Indonesia Sibolga, pada program Beranda Asta Cita Ekonomi Digital Pro 1, Kamis, 30 April 2026 mengatakan transformasi menuju sistem transaksi non-tunai merupakan bagian dari upaya meningkatkan efisiensi dan keamanan dalam aktivitas ekonomi masyarakat. Menurutnya, penggunaan uang digital mampu mempercepat proses transaksi sekaligus meminimalisir risiko kehilangan maupun peredaran uang palsu.
“Berbagai instrumen pembayaran digital seperti e-wallet dan QRIS memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam melakukan transaksi sehari-hari, mulai dari pembelian kebutuhan pokok hingga pembayaran layanan publik. Selain praktis, sistem ini juga memungkinkan pencatatan transaksi yang lebih rapi dan transparan, sehingga memudahkan pengguna dalam mengelola keuangan secara lebih terstruktur,” kata Saddam.
Saddam juga menilai penerapan Cashless Society turut mendorong inklusi keuangan, terutama bagi masyarakat yang sebelumnya belum memiliki akses ke layanan perbankan konvensional. Dengan hanya bermodalkan telepon pintar dan jaringan internet, masyarakat dapat terhubung dengan sistem keuangan digital yang lebih luas dan modern.
“Namun demikian, pentingnya literasi digital agar masyarakat dapat menggunakan layanan keuangan digital secara bijak dan aman. Edukasi terkait perlindungan data pribadi, kewaspadaan terhadap penipuan digital, serta pemahaman penggunaan aplikasi keuangan menjadi hal yang krusial dalam mendukung keberhasilan sistem ini,” lanjut Saddam.
Selain faktor keamanan, kesiapan infrastruktur juga menjadi kunci utama dalam mendorong implementasi Cashless Society secara merata, khususnya di daerah. Pemerataan jaringan internet serta ketersediaan fasilitas pembayaran digital diberbagai sektor usaha menjadi perhatian penting agar seluruh lapisan masyarakat dapat merasakan manfaatnya secara optimal.
Disisi lain, pelaku usaha, khususnya UMKM, dinilai memiliki peran strategis dalam mempercepat adopsi transaksi non-tunai. Dengan memanfaatkan sistem pembayaran digital seperti QRIS, pelaku usaha dapat menjangkau konsumen lebih luas serta meningkatkan efisiensi dalam pengelolaan transaksi bisnis mereka.
“Dengan berbagai keunggulan yang ditawarkan, Cashless Society dipandang sebagai langkah maju dalam membangun ekosistem ekonomi digital yang lebih modern, efisien, dan inklusif. Pemerintah bersama Bank Indonesia terus mendorong adaptasi sistem ini agar mampu mendukung pertumbuhan ekonomi nasional sekaligus meningkatkan kualitas layanan keuangan bagi masyarakat,” tutup Saddam.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....