Dampak B3 terhadap Ekosistem Lokal
- 14 Apr 2026 10:40 WIB
- Sibolga
RRI.CO.ID, Sibolga - Pencemaran akibat Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) menjadi perhatian karena adanya penurunan kualitas lingkungan yang signifikan. Hal ini disampaikan oleh Dery Khairul Anwar seorang pemerhati kesehatan lingkungan pada program acara Spada, Pro 2 RRI Sibolga pada Senin, 13 April 2026.
Limbah industri, rumah sakit, hingga aktivitas rumah tangga yang mengandung zat kimia berbahaya dinilai berkontribusi terhadap rusaknya ekosistem lokal. Dampak tersebut tidak hanya dirasakan oleh lingkungan, tetapi juga masyarakat yang bergantung pada sumber daya alam disekitarnya.
Wilayah yang terdampak pencemaran akibat B3 ini membuat kualitas air sungai menurun dan ekosistem air mati. Tanah yang terpapar limbah kimia juga kehilangan kesuburannya sehingga tanaman sulit tumbuh dengan optimal.
Lebih lanjut, ia mengatakan dampak B3 sering kali tidak langsung terlihat. "Beberapa cairan bisa bertahan lama di alam, jika sudah masuk air dan tanah, dampaknya bisa baru berasa setelah bertahun-tahun," Ujarnya.
Salah satu bahaya terbesar adalah proses yang sudah menumpuk selama waktu yang sudah berlangsung lama. "Risiko juga kan semakin besar karena kan pertama, dari tumbuhan yang dimakan oleh hewan lalu dikonsumsi juga sama manusia," Tambahnya.
Masyarakat dihimbau untuk meningkatkan pengawasan terhadap limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) karena limbah B3 ini bisa berasal dari rumah tangga. Yang sering kita temui yaitu cairan pembersih dan obat-obatan kadaluwarsa, dimana bahan-bahan tersebut berpotensi mencemari tanah dan sumber air.
Ia mengingatkan masyarakat untuk memilah sampah dan memanfaatkan fasilitas pengelolaan limbah yang tersedia. Lingkungan yang bersih dan sehat bukan hanya tanggung jawab pemerintah tetapi juga tanggung jawab bersama demi keberlanjutan generasi mendatang.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....