Tembang Kenangan Kembali Populer di Kalangan Gen Z
- 31 Mar 2026 15:32 WIB
- Sibolga
RRI.CO.ID, Sibolga - Lagu-lagu tembang kenangan dari era 1980-an hingga awal 2000-an kini kembali populer dan banyak didengarkan oleh generasi muda, khususnya Generasi Z. Fenomena ini terlihat dari meningkatnya penggunaan lagu-lagu lawas dalam berbagai platform digital, mulai dari aplikasi pemutar musik hingga media sosial, yang menunjukkan bahwa musik lintas generasi masih memiliki daya tarik kuat di tengah perkembangan industri musik modern.
Rainy Al Faiqa, seorang Pelajar di kota Sibolga mewakili generasi Z, pada Beranda Asta Cita Pro 1, Selasa, 31 Maret 2026 mengatakan lagu-lagu lama memiliki kekuatan tersendiri, terutama dari segi lirik dan melodi. Ia menilai banyak lagu lawas menyampaikan emosi secara lebih jujur dan puitis, sehingga mudah dipahami dan dirasakan oleh pendengarnya. Hal ini membuat tembang kenangan tetap relevan, meskipun telah berusia puluhan tahun.
“Ditengah maraknya musik digital yang diproduksi dengan cepat dan mengikuti tren, sebagian anak muda justru mencari musik yang dianggap lebih autentik. Lagu-lagu dari era sebelumnya dinilai memiliki karakter yang kuat, baik dari segi aransemen musik maupun kedalaman makna dalam liriknya. Pencarian akan keaslian inilah yang menjadi salah satu faktor utama meningkatnya minat Gen Z terhadap tembang kenangan,” kata Rainy.
Menurut Rainy juga media sosial, khususnya platform berbagi video pendek, juga berperan besar dalam menghidupkan kembali popularitas lagu-lagu lama. Banyak pengguna internet menggunakan lagu lawas sebagai latar belakang konten, yang kemudian membuat lagu tersebut kembali viral dan dikenal oleh generasi yang sebelumnya tidak pernah mendengarnya. Proses rediscovery ini menjadikan tembang kenangan kembali masuk ke dalam daftar putar harian anak muda.
“Selain itu, faktor nostalgia terhadap masa yang dianggap lebih sederhana juga turut memengaruhi ketertarikan Gen Z pada lagu-lagu lawas. Meskipun mereka tidak mengalami langsung di era tersebut, suasana yang tercermin dalam lagu-lagu 90-an dan 2000-an sering kali memberikan kesan tenang dan santai. Di tengah tekanan akademik, sosial, dan derasnya arus informasi digital, musik lawas menjadi sarana pelarian yang menenangkan bagi sebagian anak muda,” kata Rainy.
Fenomena ini juga didukung oleh upaya musisi modern yang mengaransemen ulang lagu-lagu lama agar terdengar lebih segar tanpa menghilangkan ciri khas aslinya. Lagu-lagu milik musisi legendaris seperti Kahitna dan Chrisye kerap dibawakan kembali dalam versi baru, sehingga dapat menjangkau pendengar muda sekaligus mempertahankan kualitas musikal yang sudah dikenal luas.
Rainy mengatakan mendengarkan tembang kenangan bukan lagi identik dengan selera generasi yang lebih tua. Saat ini, banyak anak muda yang secara sadar memilih lagu-lagu lama karena menganggapnya sebagai karya musik yang berkualitas tinggi. Mereka tidak hanya menikmati musik tersebut, tetapi juga menjadikannya sebagai bentuk apresiasi terhadap sejarah dan perkembangan industri musik Indonesia.
Dengan semakin mudahnya akses terhadap berbagai katalog musik melalui layanan streaming, lagu-lagu lawas memiliki peluang besar untuk terus hidup dan dikenal lintas generasi. Fenomena ini menunjukkan bahwa kualitas karya musik yang kuat mampu melampaui batas waktu dan tetap relevan, bahkan ditengah perubahan selera dan teknologi yang sangat cepat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....