Belajar Antikorupsi Dimulai dari Sekolah

  • 27 Feb 2026 22:19 WIB
  •  Sibolga

RRI.CO.ID, Sibolga - Pendidikan antikorupsi dapat dimulai dari lingkungan sekolah. Pembentukan karakter dilakukan melalui kebiasaan sederhana setiap hari.

Guru SMP swasta, Tika, melalui Acara Santai Siang Pro 2 RRI Sibolga, Kamis, 26 Februari 2026, menilai sekolah menjadi ruang strategis menanamkan integritas. Ia mengatakan pembiasaan lebih penting daripada ceramah panjang.

“Anak-anak belajar dari apa yang mereka lihat dan lakukan,” ujar Tika. Ia menegaskan teladan guru sangat menentukan keberhasilan pendidikan karakter.

Belajar antikorupsi dimulai dari kedisiplinan waktu di sekolah. Siswa dibiasakan hadir tepat waktu dan mematuhi aturan.

Kebiasaan mengumpulkan tugas sesuai jadwal juga melatih tanggung jawab. Menurut Tika, konsistensi kecil membentuk integritas besar.

Sekolah juga menerapkan kantin kejujuran sebagai sarana praktik. Siswa mengambil barang dan membayar sendiri tanpa diawasi langsung.

“Kejujuran tetap diuji meski tidak ada yang melihat,” katanya. Ia menyebut latihan ini membangun kontrol diri.

Selain itu, kejujuran akademik terus ditekankan dalam setiap evaluasi. Siswa diarahkan mengerjakan ujian tanpa menyontek.

Pengelolaan kas kelas dilakukan secara terbuka dan tercatat. Cara ini mengajarkan transparansi dan akuntabilitas sejak dini.

Tika menjelaskan metode pembelajaran dibuat interaktif. Film pendek dan bermain peran digunakan untuk memahami dilema moral.

“Anak-anak harus berani memilih yang benar walau sulit,” tegasnya. Ia berharap nilai integritas menjadi budaya, bukan sekadar materi pelajaran.

Melalui kebiasaan tersebut, sekolah menanamkan sembilan nilai integritas. Upaya ini diharapkan membentuk generasi yang menolak segala bentuk kecurangan.

Rekomendasi Berita