Waspada Karhutla saat Kemarau di Sibolga-Tapteng
- 14 Feb 2026 19:22 WIB
- Sibolga
RRI.CO.ID, SIbolga - Memasuki musim kemarau, potensi kebakaran hutan dan lahan meningkat di wilayah Sibolga dan Tapanuli Tengah. Pemerintah daerah mengimbau masyarakat memperkuat kewaspadaan sejak dini.
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika memperkirakan penurunan curah hujan di sebagian wilayah Sumatera Utara dalam beberapa pekan terakhir. Kondisi tersebut membuat vegetasi kering lebih mudah terbakar.
Data pemantauan satelit menunjukkan kemunculan sejumlah titik panas di Sumatera dalam periode awal Februari. Titik panas menjadi indikator awal potensi kebakaran yang perlu diantisipasi cepat.
BPBD Sumatera Utara sebelumnya mencatat puluhan kejadian karhutla sepanjang tahun lalu di berbagai kabupaten kota. Beberapa kejadian terjadi di kawasan pesisir barat termasuk Tapanuli Tengah.
Aktivis pecinta lingkungan Sibolga Tapteng, Dian Pribadi, pada acara SPADA Pro 2 RRI Sibolga, Rabu, 11 Februari 2026, menilai pencegahan harus dimulai dari perubahan perilaku masyarakat setempat. Ia menegaskan pembukaan lahan dengan cara membakar berisiko besar memicu kebakaran meluas.
“Kesadaran kolektif warga sangat menentukan karena sebagian besar kebakaran dipicu aktivitas manusia,” ujar Dian Pribadi. Menurutnya edukasi rutin perlu dilakukan hingga tingkat desa.
| Baca juga: Waspada Terhadap Kemunculan Hanta Virus |
Dian juga menekankan pentingnya deteksi dini dan patroli terpadu pada wilayah rawan terbakar. Koordinasi antara pemerintah daerah aparat dan masyarakat dinilai harus diperkuat.
Selain merusak ekosistem karhutla berdampak pada kualitas udara dan kesehatan masyarakat sekitar. Asap kebakaran berpotensi memicu gangguan pernapasan terutama pada anak dan lansia.
Pemerintah daerah mengimbau warga segera melapor jika menemukan asap atau titik api mencurigakan. Langkah cepat diyakini dapat mencegah kebakaran meluas.
Upaya mitigasi juga mencakup sosialisasi larangan pembakaran lahan serta pelatihan penanggulangan bencana bagi relawan. Kolaborasi lintas sektor diharapkan mampu menekan risiko karhutla selama kemarau berlangsung.
Dian Pribadi menambahkan perlindungan lingkungan bukan hanya tanggung jawab pemerintah semata. Ia mengajak masyarakat Sibolga dan Tapanuli Tengah menjadi garda terdepan pencegahan karhutla.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....