Potongan Harga Dorong Pengeluaran Tak Terkendali
- 13 Feb 2026 06:26 WIB
- Sibolga
RRI.CO.ID, Sibolga - Diskon besar sering terlihat menggiurkan, tetapi dampaknya justru membuat pengeluaran rumah tangga makin membengkak. Hal ini dibahas dalam program Beranda Astacita Inflasi dan Investasi, Rabu, 11 Februari 2026.
Pakar Pendidik Ilmu Ekonomi, Hendra Sahputra, S.E menilai diskon kerap memicu pembelian impulsif tanpa perencanaan. Ia menyebut banyak orang akhirnya membeli barang yang sebenarnya tidak dibutuhkan.
Menurut Hendra, siapa pun bisa terdorong belanja berlebihan, terutama saat gajian atau menjelang momen tertentu. “Diskon itu strategi, bukan hadiah, jadi tetap harus dihitung manfaatnya,” katanya.
Ia menjelaskan apa yang terjadi biasanya adalah konsumen fokus pada potongan harga, bukan total belanja. “Yang dilihat murahnya, padahal keranjang belanja jadi makin banyak,” ujar Hendra.
Menurut hendra hal ini berbahaya, karena uang yang seharusnya untuk kebutuhan pokok jadi terserap belanja tambahan. Akibatnya, tabungan berkurang dan pengeluaran bulanan menjadi tidak terkendali.
Bagaimana cara menyikapinya, Hendra menyarankan membuat daftar belanja dan menetapkan batas anggaran sebelum melihat promo. “Kalau tidak ada di daftar, sebaiknya jangan dibeli meski diskonnya besar,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan kapan pun diskon muncul, konsumen perlu menunda keputusan agar tidak terbawa emosi. Dengan disiplin belanja, diskon tetap bisa menguntungkan tanpa membuat pengeluaran makin besar.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....