Sulitnya Mendapatkan Kredit Usaha Rakyat (KUR)

  • 05 Nov 2025 10:55 WIB
  •  Sibolga

KBRN, Sibolga : Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengeluarkan pernyataan tegas terkait keluhan sejumlah pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang masih diminta menyerahkan agunan oleh pihak perbankan untuk mendapatkan Kredit Usaha Rakyat (KUR), meski pinjaman yang diajukan berada di bawah Rp100 juta.

“Bank yang meminta agunan dari calon debitur KUR, padahal kredit yang diajukannya di bawah Rp100 juta, itu jelas ada masalah. Saya akan investigasi implementasinya seperti apa. Kalau main-main, hati-hati saja ya. Saya sikat, nanti ribut lagi orang-orang. Paling nanti pajaknya kita gedein, biar susah hidupnya,” tegas Menkeu Purbaya dalam Dalam rapat bersama Komite IV DPD, di Jakarta.

Menurut Menkeu, KUR merupakan program pemerintah yang ditujukan untuk mendorong pertumbuhan sektor UMKM. Karena itu, kata dia, pengajuan kredit usaha di bawah Rp100 juta seharusnya tidak membutuhkan agunan tambahan. “KUR ini disiapkan untuk mempermudah UMKM mendapatkan permodalan. Pemerintah bahkan sudah memberikan subsidi bunga 6 persen per tahun agar beban pelaku usaha menjadi lebih ringan. Masa sudah ada subsidi bunga, masih dipersulit lagi? Itu tidak bertanggung jawab,” kritik Menkeu.

Ia menegaskan akan menindak tegas bank atau lembaga keuangan yang dianggap tidak menjalankan program pemerintah sesuai ketentuan dan justru menghambat akses permodalan bagi pelaku usaha kecil. “Ini program pemerintah untuk UMKM. Mengapa mereka hentikan atau persulit? Saya rugi banyak. Pokoknya saya tidak mau rugi, nanti saya periksa itu.”

Sementara itu, Pemerhati Ekonomi Kota Sibolga, Ogek Barat menyambut baik ketegasan pemerintah dalam memastikan KUR tepat sasaran. Menurutnya, kebijakan ini sangat penting bagi keberlanjutan usaha kecil di daerah. “Banyak pelaku UMKM di daerah seperti Sibolga masih kesulitan mengakses modal. Kalau aturan sudah jelas tapi pelaksanaan di lapangan tidak sesuai, tentu harus ada tindakan. UMKM butuh kepercayaan dan dukungan nyata,” kata Ogek Barat saat Opini Publik Por 1, Rabu (5/11/2025).

Demikian juga menurut Bung Leman pelaku UMKM di kota Sibolga. Ia mengaku beberapa rekannya masih diminta agunan meski mengajukan pinjaman KUR dalam jumlah kecil. “Kami berharap pemerintah benar-benar menindak bank yang mempersulit. KUR seharusnya jadi jalan keluar bagi usaha kecil, bukan malah membuat kami menyerah sebelum mulai,” kata Bung Leman.

Dengan sikap tegas Menkeu Purbaya, pelaku UMKM berharap akses pembiayaan bisa menjadi lebih mudah dan adil, sehingga sektor usaha rakyat semakin berkembang dan mampu berkontribusi lebih besar terhadap perekonomian daerah maupun nasional.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....