Kepadatan Lalin saat Mudik Masih Menjadi Tantangan

  • 17 Mar 2026 10:02 WIB
  •  Sibolga

RRI.CO.ID, Sibolga - Kepadatan kendaraan, kemacetan, dan kesemrawutan lalu lintas masih menjadi fenomena yang kerap terjadi setiap musim mudik Lebaran di Indonesia. Lonjakan jumlah kendaraan yang melintas dalam waktu bersamaan membuat sejumlah ruas jalan mengalami peningkatan volume kendaraan yang tidak sebanding dengan kapasitas jalan yang tersedia, terutama pada masa puncak arus mudik maupun arus balik.

Aiptu. Hadi Sitanggang, saat bertugas di Pos Pengamanan Mudik kota Sibolga, pada Opini Publik Pro 1, Selasa, 17 Maret 2026 mengatakan kepadatan lalu lintas umumnya dipicu oleh meningkatnya jumlah kendaraan pribadi yang digunakan masyarakat untuk pulang kekampung halaman. Selain itu, gangguan kecil di jalan serta perilaku berkendara yang kurang tertib juga dapat memperparah kondisi kemacetan.

“Lonjakan kendaraan saat mudik memang cukup tinggi. Jika ada kendaraan berhenti mendadak, parkir sembarangan, atau pengemudi tidak tertib, maka arus lalu lintas bisa langsung tersendat dan menimbulkan antrean panjang,” kata Aiptu. Hadi.

Ia menjelaskan, titik-titik rawan kemacetan biasanya terjadi di jalur utama, kawasan wisata, maupun pusat kota yang menjadi tempat persinggahan pemudik. Parkir liar yang menggunakan bahu jalan juga kerap menambah kesemrawutan lalu lintas, terutama pada waktu-waktu tertentu seperti pagi dan sore hari saat volume kendaraan meningkat.

Sementara itu, seorang sopir travel rute Sibolga–Medan, Andi Siregar, mengaku peningkatan jumlah kendaraan sudah mulai terasa menjelang hari raya. Menurutnya, perjalanan yang biasanya ditempuh dalam waktu normal dapat menjadi lebih lama ketika arus kendaraan meningkat secara signifikan.

“Kalau sudah mendekati puncak mudik, perjalanan bisa lebih lama dari biasanya. Apalagi di hari H-3 lebaran, bisa lebih macet karena banyak kendaraan pribadi dan bus antar kota yang melintas bersamaan,” kata Andi Siregar.

Untuk mengantisipasi kemacetan, pemerintah bersama kepolisian melakukan berbagai upaya rekayasa lalu lintas, seperti penerapan sistem satu arah atau one way, contraflow. Serta juga memberikan imbauan kepada masyarakat agar melakukan perjalanan mudik lebih awal guna menghindari puncak kepadatan.

Selain itu, sejumlah langkah lain juga dilakukan, seperti pengaturan lalu lintas dititik rawan kemacetan. Pengelolaan parkir secara terpusat juga perlu, serta pemberian kebijakan insentif seperti diskon tarif tol bagi masyarakat yang memilih mudik lebih dini.

Meski pembangunan infrastruktur jalan diberbagai daerah terus dilakukan sehingga perjalanan mudik dinilai lebih baik dibandingkan beberapa tahun sebelumnya. Potensi kesemrawutan disejumlah titik tertentu tetap perlu diantisipasi agar perjalanan masyarakat dapat berlangsung aman dan lancar.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....