Qatar Berhasil Balut Piala Dunia dengan Dakwah Islam
- 24 Nov 2022 06:20 WIB
- Pusat Pemberitaan
KBRN, Jakarta: Tuan Rumah Piala Dunia 2022 Qatar telah menorehkan sejarah dalam dunia sepak bola internasional. Qatar sebagai Negara Islam pertama penyelenggara Piala Dunia melakukan empat dakwah.
Sejumlah cara dilakukan Qatar, untuk mensyiarkan nilai-nilai Islam melalui perhelatan akbar sepak bola empat tahunan itu. Mulai dari upacara pembukaan dengan pembacaan ayat suci Qur'an, hingga memperdengarkan kumandang azan di stadion.
Berikut ini, sejumlah langkah dilakukan Qatar dalam mensyiarkan Agama Islam:
1.Dibuka dengan Ayat Suci Qur'an
Pembukaan Piala Dunia 2022 di Stadion Al Bayt, pada Minggu (20/11/2022) turut disemarakkan dengan lantunan potongan ayat suci Al-Qur'an. Surat Al Hujurat ayat 13 dilantunkan oleh seorang putra asli Qatar.
Lantunan tersebut dibawakan oleh seorang YouTuber bernama Ghanim Al Muftah. Dia didampingi oleh aktor asal Amerika Serikat Morgan Freeman.
Ghanim dan Freeman menampilkan teatrikal tentang potongan firman Allah SWT. Mereka menyoroti tentang kesetaraan derajat manusia di mataNYA.
2.Mural Hadits
Dilaporkan Doha News, Qatar juga menyuguhi mural-mural hadits yang dipasang di sejumlah lokasi strategis Doha. Seakan menyambut para tamu undangan negara lain, Qatar mempromosikan Islam lewat hadits-hadits Rasulullah SAW.
Hadits-hadits tersebut berisikan pengingat amal kebaikan.
Salah satu bunyi hadits yang ditemukan pada salah satu sudut jalan Doha tersebut adalah sebagai berikut.
مَنْ كَانَ يُؤمِنُ بِاللهِ وَاْليَوْمِ الآخِرِ فَلْيَقُلْ خَيْراً أَو لِيَصْمُتْ، وَمَنْ كَانَ يُؤمِنُ بِاللهِ وَاْليَومِ الآخِرِ فَلاَ يُؤْذِ جَارَهُ، ومَنْ كَانَ يُؤمِنُ بِاللهِ واليَومِ الآخِرِ فَلْيُكْرِمْ ضَيْفَهُ
Artinya: "Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir hendaklah dia berkata baik atau diam, barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir hendaklah dia menghormati tetangganya dan barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, maka hendaklah dia memuliakan tamunya." (HR Al-Bukhari dan Muslim).
3.Barcode Perkenalan Islam di Hotel
Sejumlah hotel di Doha didesain khusus untuk memasang barcode di kamar pengunjung. Menurut Aljazeera, barcode tersebut ditujukan sebagai media untuk memperkenalkan Islam yang ditampilkan dalam banyak bahasa.
"Barcode tersebut mengarahkan pada laman Kementerian Wakaf dan Urusan Islam Qatar. Tampilan pertamanya menyajikan pilihan bahasa yang dapat dipilih pengguna, lalu tampilan akan mengarah pada profil perkenalan Islam," tulis Aljazeera, dikutip Rabu (23/11/2022).
4.Bir dan Dukungan untuk LGBTQ+ Dilarang
Meminum bir merupakan tindakan ilegal di Qatar, karena sejalan dengan aturan Islam. Qatar melarang aksi meminum alkohol tersebut di semua stadion Piala Dunia Qatar.
Meski demikian, FIFA melakukan lobi khusus kepada Panitia Piala Dunia 2022. Sebab, mereka mengakomodasi para suporter yang datang dari negara-negara, seperti Eropa dan Amerika Latin.
"Tak seperti Piala Dunia yang sudah-sudah, bir tak akan disediakan sepanjang hari. Namun, hanya dijual di waktu-waktu yang sudah ditetapkan," kata seorang sumber kepada Reuters.
Di samping itu, Qatar juga melarang berbagai simbol LGBTQ+ (Lesbian, Gay, Biseksual, Transgender, Queer dan lainnya) selama perhelatan. Bahkan, panitia juga menyiapkan sanksi khusus bagi tim peserta yang nekat melanggarnya.
Walaupun, banyak datang kritik atas sikap Qatar tersebut.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....