Prediksi Swiss vs Turki, Siapakah yang akan ke Semifinal?
- 05 Jul 2024 00:59 WIB
- Banda Aceh
KBRN, Banda Aceh: Euro 2024 kian panas dan beringas. Setelah sederet duel di babak 16 besar, kini ajang antarnegara paling bergengsi di Benua Biru memasuki fase perempat final. Delapan tim akan saling tikam demi menjaga asa ke semifinal. Tuan rumah Jerman bentrok kontra Spanyol, Portugal bersua Prancis, Inggris ditantang Swiss, dan Belanda ditunggu Turki.
Siapa yang tampil sebagai pemenang dan siapa pula yang akan menjadi pecundang? Baiklah kita tunggu bersama, drama apa yang akan kembali tersaji. Menuru data yang berhasil dihimpun dari Bola.com, kemungkinan perempat final Euro 2024 juga bakal menghadirkan kejutan yang luar biasa, sama seperti yang tersaji di babak 16 besar di mana sang juara bertahan, Italia, tersingkir secara tragis.
Dari delapan tim yang akan bertarung nanti, menarik untuk menanti sensasi apalagi yang akan ditorehkan Swiss dan Turki. Baik Swiss maupun Turki sama sekali tak masuk daftar unggulan, jauh sebelum Euro edisi ke-17 berlangsung.
Turki baru hadir di Euro pada 1996 dan pencapaian terbaik mereka tersuguh pada 2008. Saat itu mereka finis di posisi ketiga. Setelah itu, Turki terjun bebas. Di edisi 2020, Turki gagal melewati fase grup. Inilah momen yang tepat bagi tim besutan Vincenzo Montella untuk mengulang sejarah atau melampaui apa yang pernah ditoreh sebelumnya.
Di fase Grup F, Turki finis di posisi kedua dengan torehan enam poin hasil dari dua kemenangan dan sekali kalah. Mereka mengawali perjuangan dengan mengalahkan Georgia 3-1 dan kemudian sempat disikat Portugal tiga gol tanpa balas pada laga kedua.
Bangkit dari kesedihan, Hakan Calhanoglu dan kawan-kawan melumat Rep Ceska yang sekaligus mengantarkan Ay-Yıldızlılar ke babak 16 besar. Di babak 16 besar, Turki berjumpa Austria dan pasukan Vincenzo Montella menang 2-1 via brace mantan bek Juventus yang kini memperkuat Al-Ahli, Arab Saudi, Merih Demiral.
Peran Vincenzo Montella di balik ketangguhan Turki jelas tak terbantahkah. Legenda Italia yang pernah memperkuat Empoli, Genoa, Sampdoria, dam Roma ini didapuk sebagai nakhoda pada 2023. Di bawah rezimnya, Turki terkesan "berbau" Italia dengan filosofi bermain bertahan alias catenaccio. Menerapkan pola 4-2-3-1, Turki ingin mengamakan lini tengah dan belakang serta memaksimalkan serangan balik kilat. Strategi ini berbuah manis.
Lantas, bagaimana selanjutnya? Mampukah Turki melabrak Belanda, tim yang mereka tantang di perempat final?
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....