Usai Juara FIFA ASEAN Cup, Timnas Fokus Piala Asia dan Piala Dunia
- 06 Okt 2026 21:05 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Timnas Indonesia menjuarai FIFA ASEAN Cup 2026 setelah mengalahkan Thailand lewat adu penalti 4-2.
- Usai meraih gelar regional, skuad Garuda mengalihkan fokus menghadapi Piala Asia di Arab Saudi.
- PSSI juga menjadikan keberhasilan ini sebagai modal untuk meningkatkan kualitas menuju target Piala Dunia.
RRI.CO.ID, Jakarta - Sejarah baru tercipta setelah Timnas Indonesia menjuarai FIFA ASEAN Cup 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senin, 5 Oktober 2026 malam.
Skuad Garuda mengalahkan Thailand melalui adu penalti 4-2 setelah bermain imbang 2-2 selama 120 menit.
Gelar tersebut mengakhiri penantian Indonesia selama 35 tahun untuk kembali menjadi juara internasional level senior. Namun, euforia juara tidak boleh berlangsung lama karena tantangan lebih besar sudah menanti.
Indonesia selanjutnya akan mengalihkan fokus menuju Piala Asia yang berlangsung Januari mendatang di Arab Saudi. Ajang tersebut menjadi kesempatan mengukur perkembangan Timnas Indonesia menghadapi persaingan sepak bola level Asia.
Pengamat sepak bola nasional Kusnaini mengapresiasi daya juang luar biasa para pemain sepanjang pertandingan final. Menurutnya, mental juara menjadi faktor penting yang membawa Indonesia melewati pertandingan penuh tekanan.
“Kunci kemenangan timnas garuda di pertandingan final adalah mental juara. Para pemain menunjukkan karakternya yang luar biasa, menunjukkan mental bertanding yang sangat baik,” kata Kusnaini, Senin, 5 Oktober 2026.
Dukungan puluhan ribu suporter di SUGBK juga dinilai memberikan energi tambahan bagi skuad Garuda. Kehadiran Presiden Prabowo Subianto turut menjadi faktor non-teknis yang meningkatkan motivasi pemain.
Pengamat sepak bola Alief Sachviar menilai dukungan sebagai tuan rumah sangat berpengaruh dalam pertandingan final. Ia menyebut atmosfer stadion dan kehadiran kepala negara ikut meningkatkan motivasi para pemain Indonesia.
“Kalau saya melihat faktor dukungan tuan rumah ya, terutama di final penonton banyak sekali dan juga ada bapak presiden Prabowo Subianto. Jadi banyak faktor non teknis yang membuat motivasi pemain juga meningkat,” katanya, saat diwawancara RRI, Selasa, 6 Oktober 2026.
Keberhasilan Indonesia meraih gelar internasional setelah 35 tahun mendapat apresiasi besar dari PSSI. Ketua Umum PSSI Erick Thohir menyebut keberhasilan tersebut sebagai pelajaran penting menuju target berikutnya.
Erick menegaskan Indonesia harus serius mempersiapkan diri jika ingin bersaing dan kembali tampil di Piala Dunia. Menurutnya, tantangan menuju panggung dunia sangat berat sehingga peningkatan kualitas harus terus dilakukan.
“Ini pelajaran bagus buat seluruh pemain, buat coach, bahwa kalau memang kita mau masuk piala dunia, kita harus serius mempersiapkan dan tantangannya sangat berat. Tapi kita bangsa Indonesia, kita bukan bangsa kalahan, kita harus terus tingkatkan sepak bola kita,” ujar Erick Thohir.
Setelah meraih gelar regional, Indonesia kini memiliki modal kepercayaan diri menghadapi persaingan yang lebih tinggi. Namun, para pengamat mengingatkan skuad Garuda agar tidak cepat puas dengan pencapaian tersebut.
Alief Sachviar menilai Piala Asia akan menjadi tolok ukur sebenarnya bagi perkembangan Timnas Indonesia. Menurutnya, gelar regional hanyalah langkah awal dalam perjalanan menuju persaingan sepak bola yang lebih luas.
“Tapi memang jangan lupa bahwa gelar juara ini masih di awal. Karena ukuran bagi Timnas adalah di Piala Asia nanti Januari tahun depan di Arab Saudi,” ujar Alief Sachviar.
Sementara itu, Kusnaini menilai karakter kuat dan semangat juang menjadi modal penting bagi Timnas Indonesia. Ia pun memberikan apresiasi atas perjuangan skuad Garuda sepanjang pertandingan final melawan Thailand.
“Tapi karakter yang kuat, motivasi yang luar biasa, dan semangat juang yang juga luar biasa mampu mengubah kesulitan itu menjadi kemenangan. Selamat untuk timnas Garuda,” ucap Kusnaini.
Trofi FIFA ASEAN Cup kini menjadi suntikan kepercayaan diri bagi Timnas Indonesia menghadapi agenda berikutnya. Skuad Garuda dituntut menjaga momentum sebelum menghadapi raksasa-raksasa Asia pada Piala Asia mendatang.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....