Ole Romeny Absen, Pengamat: Bukan Hambatan Besar Timnas Indonesia
- 05 Okt 2026 10:50 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Absennya Ole Romeny dinilai bukan masalah besar karena Indonesia memiliki sejumlah opsi di lini depan.
- Egy Maulana Vikri dapat mengisi peran Ole dan menjaga variasi serangan Timnas Indonesia.
- John Herdman perlu memperbaiki keseimbangan agresivitas menyerang dan disiplin pertahanan setelah Indonesia kebobolan dua gol.
RRI.CO.ID, Jakarta - Pengamat sepak bola Indonesia Gregah Nurikhsani menilai absennya Ole Romeny bukan persoalan besar bagi Timnas Indonesia. Menurutnya, lini depan Indonesia memiliki pemain yang mampu mengisi peran serupa serta menjaga ketajaman serangan tim sepanjang laga.
Ia menyebut Luke Livery, Mitchell Baker, Ragnar Oratmangoen, dan Egy Maulana Vikri dapat menjadi opsi bagi pelatih Herdman. Kehadiran beberapa pilihan membuat Indonesia tetap memiliki variasi serangan meski kondisi Ole Romeny belum sepenuhnya maksimal saat bertanding.
"Menurut saya, ini sebenarnya menjadi keuntungan bagi Timnas Indonesia karena Ole bukan striker nomor sembilan utama. Kita masih memiliki beberapa pemain yang bisa dimaksimalkan untuk mengisi posisi tersebut dan menjaga keseimbangan lini depan tim," ucapnya dalam wawancara bersama PRO3 RRI, Senin, 5 Oktober 2026.
Ia menjelaskan Ole sebelumnya juga tidak selalu bermain sebagai striker nomor sembilan dalam beberapa pertandingan bersama Timnas Indonesia. Saat menghadapi lawan tertentu, Ole dapat bermain lebih fleksibel karena terdapat pemain lain yang mengisi posisi penyerang utama.
Karena itu, ia menilai absennya Ole tidak seharusnya mengganggu rencana permainan Indonesia secara signifikan dalam pertandingan penting tersebut. Menurutnya, kualitas lini depan masih cukup memberikan tekanan sekaligus menciptakan peluang melalui kombinasi pemain yang tersedia di lapangan.
"Saya rasa absennya Ole bukan masalah yang terlalu signifikan karena lini depan Indonesia sebenarnya sudah cukup. Egy Maulana Vikri juga dapat memainkan peran yang sebelumnya dijalankan Ole sehingga pilihan serangan tetap beragam bagi Indonesia," ujarnya.
Selain lini depan, ia menyoroti pertahanan Indonesia setelah tim mencatat kemenangan besar sembilan dua atas Bangladesh sebelumnya tersebut. Ia menilai dua gol yang bersarang ke gawang Indonesia tetap perlu menjadi bahan evaluasi John Herdman menjelang laga.
Namun, ia menjelaskan kebobolan tersebut masih dapat dipahami karena Indonesia fokus mengejar gol sepanjang pertandingan itu tadi lagi. Menurutnya, dorongan mencetak gol membuat sejumlah pemain meninggalkan posisi bertahan untuk membantu membangun serangan dan menciptakan peluang berbahaya.
"Kami memang tidak ingin kebobolan, tetapi situasinya terjadi karena pemain terus mengejar gol. Bahkan Kevin Diks dan Calvin Verdonk beberapa kali menjalankan peran menyerang ketika Indonesia membangun serangan dari lini belakang," katanya.
Ia menilai keseimbangan antara agresivitas menyerang dan kedisiplinan bertahan menjadi pekerjaan penting bagi Indonesia menghadapi laga berikutnya nanti. John Herdman perlu memastikan pemain berani menyerang tanpa kehilangan struktur pertahanan ketika lawan memperoleh kesempatan melakukan serangan balik.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....