Belanda Bangkit, Reijnders Selamatkan Satu Poin di Yunani
- 02 Okt 2026 07:57 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Tijjani Reijnders mencetak gol penyelamat di akhir pertandingan saat Belanda tertinggal 2-0 dari Yunani.
- Pertandingan berakhir seri 2-2 di Stadion Toumba pada 2 Oktober 2026 dalam laga UEFA Nations League.
- Rekor tak terkalahkan Belanda di ajang kompetitif bertambah menjadi 19 pertandingan berkat hasil seri ini.
RRI.CO.ID, Thessaloniki - Gelandang Tijjani Reijnders menyelamatkan satu poin di akhir pertandingan bagi Belanda saat mereka bangkit dari ketertinggalan 2-0 di Stadion Toumba Jumat 2 Oktober 2026. De Oranje bermain imbang 2-2 dengan Yunani di UEFA Nations League, memperpanjang rekor tak terkalahkan menjadi 19 pertandingan kompetitif.
Yunani memimpin pada menit ke-23 melalui Fotis Ioannidis yang bereaksi terhadap sundulan Georgios Masouras. Mereka menggandakan keunggulan beberapa detik sebelum jeda melalui Masouras.
Belanda bangkit di babak kedua melalui sundulan Virgil van Dijk dari tendangan sudut Joey Veerman pada menit ke-59. Denzel Dumfries sempat mencetak gol namun dianulir VAR karena offside.
Reijnders kemudian menyelamatkan satu poin dengan tendangan voli setelah pertahanan Yunani gagal mengatasi bola Noa Lang. Pelatih Xavi Hernandez secara terbuka menyalahkan dirinya sendiri atas performa buruk tim di babak pertama.
"Saya tidak senang dengan hasil ini, kami benar-benar sangat buruk di babak pertama. Ini kesalahan saya, saya tidak menempatkan para pemain di posisi yang tepat," ujarnya dilaman NOS.
Ia menyoroti skuadnya yang bermain tanpa kreativitas dan kehilangan tempo akibat terlalu banyak rotasi pemain. Di balik kekecewaannya, Xavi bersyukur para pemainnya mampu memberikan respons positif setelah jeda dan mencetak dua gol untuk memaksakan hasil imbang.
Menurut bek Denzel Dumfries, Xavi sempat marah besar di ruang ganti saat turun minum untuk memompa semangat para pemain. Belanda mendapatkan nilai bagus setelah tampil dominan di babak kedua dengan memperpanjang rekor tak terkalahkan di waktu normal di luar negeri menjadi 13 pertandingan.
Yunani harus menerima kekecewaan setelah hampir meraih kemenangan penting lainnya. Mereka menunjukkan kualitas dan semangat juang tinggi melawan tim kuat seperti Belanda.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....