Timnas Indonesia Diminta Tampil Agresif Hadapi Bangladesh
- 01 Okt 2026 08:40 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Timnas Indonesia diminta tampil lebih agresif, kreatif, dan efektif saat menghadapi Bangladesh.
- PSTI juga mengajak suporter tetap memberikan dukungan kepada Timnas Indonesia saat menghadapi Bangladesh.
RRI.CO.ID, Jakarta: Timnas Indonesia diminta tampil lebih agresif, kreatif, dan efektif saat menghadapi Bangladesh. Laga terakhir Grup A FIFA ASEAN Cup 2026 itu berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Kamis 1 Oktober 2026, pukul 19.30 WIB.
Pengamat sepak bola Ignatius Indro menilai pertandingan tersebut menjadi momentum memperbaiki penampilan skuad Garuda. Indonesia sebelumnya bermain imbang tanpa gol melawan Malaysia.
Menurut Indro, Indonesia perlu mencetak gol sebanyak mungkin untuk menjaga peluang memuncaki klasemen grup. Ia menilai pendekatan menyerang diperlukan agar Indonesia mampu menguasai pertandingan dan menciptakan banyak peluang.
“Pertandingan melawan Bangladesh tidak boleh dimainkan dengan pendekatan yang monoton. Indonesia harus menunjukkan kualitas untuk menguasai pertandingan, menciptakan banyak peluang, dan mencetak gol,” kata Indro, Ketua Umum Paguyuban Suporter Timnas Indonesia (PSTI).
Indonesia mengoleksi empat poin dari dua pertandingan, hasil kemenangan 2-0 atas Singapura dan imbang 0-0 melawan Malaysia. Malaysia juga mengantongi empat poin, sedangkan Singapura memiliki tiga poin.
Indro menyebut target kemenangan dengan margin besar dapat memotivasi pemain untuk menyerang sejak awal. Namun, hasil pertandingan Malaysia melawan Singapura juga memengaruhi peluang Indonesia mengakhiri fase grup di posisi teratas.
“Target 4-0 harus menjadi motivasi untuk bermain menyerang sejak menit pertama. Namun, kita harus realistis karena hasil Malaysia melawan Singapura tetap memengaruhi posisi akhir grup,” katanya.
Evaluasi Laga Kontra Malaysia
Indro meminta tim pelatih mengevaluasi penampilan Indonesia saat menghadapi Malaysia. Evaluasi perlu mencakup pola serangan dan kemampuan menciptakan peluang.
Indonesia juga perlu bermain lebih variatif saat menghadapi pertahanan Bangladesh yang diperkirakan tampil disiplin. Menurut Indro, permainan lambat dan minim kreativitas berisiko menyulitkan skuad Garuda.
“Kalau melawan Bangladesh Indonesia kembali bermain lambat, mudah ditebak, dan minim kreativitas, situasinya bisa sulit. Bangladesh memang kalah 0-3 dari Malaysia dan 0-1 dari Singapura, tetapi sepak bola tidak mengenal hitung-hitungan di atas kertas,” ujar Indro.
Ia juga meminta pelatih John Herdman mengevaluasi komposisi dan penempatan pemain. Pergantian pemain serta kemampuan mengubah strategi ketika skema awal gagal juga perlu menjadi perhatian.
PSTI Minta Suporter Tetap Dukung Timnas
Indro menanggapi chant nama mantan pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong, setelah pertandingan melawan Malaysia. Menurutnya, seruan tersebut merupakan ekspresi kekecewaan sebagian suporter terhadap kondisi sepak bola nasional.
“Saya melihat chant STY bukan ditujukan kepada pemain. Itu adalah ekspresi kemarahan dan kekecewaan suporter terhadap situasi sepak bola nasional, terutama terhadap federasi,” katanya.
Indro meminta suporter tidak mengarahkan kritik kepada pemain yang telah berjuang di lapangan. Menurutnya, evaluasi sebaiknya mencakup proses pembangunan tim dan keputusan teknis.
“Pemain jangan dijadikan kambing hitam. Mereka sudah bekerja keras di lapangan. Kita boleh mengkritik permainan dan keputusan pelatih, tetapi jangan menghilangkan apresiasi kepada pemain yang sudah berjuang membawa nama Indonesia,” ujarnya.
PSTI juga mengajak suporter tetap memberikan dukungan kepada Timnas Indonesia saat menghadapi Bangladesh. Indro berharap kritik disertai dukungan agar tim mampu memperbaiki penampilan.
“Kita masih punya pertandingan berikutnya. Kritik harus tetap ada, tetapi dukungan kepada Timnas juga harus tetap diberikan. Yang kami inginkan adalah PSSI dan tim pelatih belajar dari pertandingan melawan Malaysia,” kata Indro.
Indro berharap Indonesia tampil menyerang sejak menit awal dan mencetak gol sebanyak mungkin. Hasil pertandingan tersebut akan menentukan posisi akhir Indonesia di Grup A.
“Jangan bermain aman. Jangan monoton. Sejak menit pertama harus terlihat bahwa Indonesia datang untuk menang dan mencetak gol,” ujarnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....