Puji Kiper Semen Padang, Widodo Sesalkan Peluang PSIS Banyak Terbuang

  • 21 Sep 2026 13:05 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • PSIS Semarang menahan imbang Semen Padang 1-1 setelah Hari Nur Yulianto mencetak gol penyama pada menit ke-89.
  • Pelatih Widodo C Putro mengakui PSIS sempat kesulitan beradaptasi pada babak pertama.
  • Widodo mengapresiasi mentalitas pemain yang terus berjuang hingga akhir untuk membawa pulang satu poin.

RRI.CO.ID, Jakarta – Laga Semen Padang FC vs PSIS Semarang yang berlangsung di Stadion Patriot Candrabhaga, Minggu, 20 September 2026 berakhir imbang 1-1. Sempat unggul, kemenangan Kabau Sirah harus tertunda setelah Hari Nur mencetak gol penyama pada babak kedua.

Semen Padang sempat unggul lebih dulu 1-0 berkat gol Igor Cukovic pada Menit ke-9. Sepanjang babak pertama, PSIS terus berupaya membongkar rapatnya pertahanan Kabau Sirah, namun belum membuahkan hasil.

Pelatih PSIS Widodo Cahyono Putro menjelaskan timnya sempat kesulitan mengembangkan permainan pada awal pertandingan. Para pemain, menurutnya, masih membutuhkan waktu untuk beradaptasi dengan situasi.

"Pertandingan tadi berlangsung sangat atraktif, kedua tim saling menyerang. Namun, pada babak pertama kami sedikit canggung dan masih beradaptasi dengan situasi pertandingan," kata Widodo saat konferensi pers usai pertandingan, Minggu, 20 September 2026.

Kejutan justru hadir jelang akhir pertandingan setelah Hari Nur mencetak gol penyama pada Menit ke-90. Hingga peluit panjang berbunyi tidak ada gol tambahan dan laga berakhir dengan skor 1-1.

Meski demikian, perlawanan terhadap Semen Padang nampaknya bukan hal mudah bagi Laskar Mahesa Jenar. Widodo menilai kiper Semen Padang, Ikram Al Giffari, melakukan pertahanan yang apik di tengah banyaknya peluang tercipta bagi PSIS.

"Terkait banyaknya peluang, memang penjaga gawang lawan tampil cukup bagus dan beberapa kali mampu menggagalkan peluang kami. Karena itu, meskipun kami memiliki banyak peluang, tidak semuanya berbuah gol," ujarnya.

Menurutnya, permainan PSIS baru mulai berjalan sesuai karakter yang diinginkan pada babak kedua. “Setelah memasuki babak kedua, kami mulai bisa memainkan permainan kami," kata Widodo.

Sang juru taktik tetap mengapresiasi usaha timnya. Meski sempat tertinggal, mentalitas pemain PSIS disebut tetap terjaga hingga pertandingan berakhir.

“Bagaimanapun, mentalitas pemain kami sangat luar biasa. Mereka tetap berjuang keras sampai akhir pertandingan,” ucap Widodo.

Hasil imbang membuat PSIS gagal membawa pulang tiga poin dari laga tandang tersebut. Widodo tetap mensyukuri satu poin dan berharap timnya tampil lebih siap pada pertandingan berikutnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....