Curhatan Luis Enrique dan Marquinhos usai PSG Menang Dramatis 2-1 Lawan Marseille
- 21 Sep 2026 11:50 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Paris Saint-Germain (PSG) sukses membawa pulang kemenangan penting dari markas Marseille. PSG sukses menaklukkan tuan rumah 2-1 dalam Le Classique, Senin dini hari, 21 September 2026.
- Marquinhos menjadi pahlawan Les Parisiens melalui gol penentu, memastikan PSG meraih tiga poin dalam duel panas di Stade Vélodrome.
- Le Classique melelahkan, tetapi saya sangat senang! Beberapa orang mengira ini akan mudah, tetapi saya tidak
RRI.CO.ID, Jakarta - Paris Saint-Germain (PSG) sukses membawa pulang kemenangan penting dari markas Marseille. PSG sukses menaklukkan tuan rumah 2-1 dalam Le Classique, Senin dini hari, 21 September 2026.
Marquinhos menjadi pahlawan Les Parisiens melalui gol penentu, memastikan PSG meraih tiga poin dalam duel panas di Stade Vélodrome. Pertandingan berlangsung ketat sebelum PSG akhirnya membuka keunggulan melalui sundulan Ferran Torres pada menit ke-66 memanfaatkan umpan Désiré Doué.
Pelatih PSG, Luis Enrique mengaku, kemenangan tersebut terasa spesial karena Le Classique bukan pertandingan yang mudah. Terlebih, ketika PSG harus main di kandang Marseille.
Pelatih asal Spanyol itu juga menilai, penampilan PSG setelah jeda jauh lebih baik dibandingkan babak pertama. “Le Classique melelahkan, tetapi saya sangat senang! Beberapa orang mengira ini akan mudah, tetapi saya tidak,” kata Enrique dalam keterangannya seperti dilansir PSG TV, Senin, 21 September 2026.
Ia menegaskan, timnya memahami betapa beratnya menghadapi Marseille di Vélodrome. Di satu sisi, ia merasa puas karena para pemain mampu meningkatkan performa setelah turun minum.
Sementara, bagi Marquinhos, gol ke gawang Marseille tersebut memiliki arti tersendiri. Karena, gol tersebut datang dalam pertandingan dengan rivalitas besar sekaligus memastikan PSG keluar sebagai pemenang.
Kapten PSG itu menilai, hasil akhir jauh lebih penting dibandingkan bagaimana ketatnya pertandingan berlangsung. Terutama, ketika tim harus menghadapi tekanan dari publik Vélodrome.
“Kami juga harus bertahan, dan meskipun mereka berada di posisi kedua dari bawah sebelum pertandingan ini. Mereka adalah tim yang bagus yang menantang kami di lapangan,” ujar Marquinhos.
Diketahui, Marseille hanya membutuhkan waktu enam menit untuk menyamakan skor lewat aksi Angel Gomes. Tetapi, Marquinhos kembali membawa PSG unggul pada menit ke-74.
Situasi Marseille semakin sulit setelah kapten mereka, Timothy Weah, menerima kartu kuning kedua pada menit ke-77. Alhasil, Weah harus meninggalkan lapangan.
Bek asal Brasil itu menambahkan bahwa kemenangan di Vélodrome selalu memberikan kepuasan tersendiri bagi PSG. Marquinhos juga menyinggung pencapaiannya setelah mencetak gol ke-46 untuk PSG.
Ia menyamai jumlah gol Lucas Moura bersama klub ibu kota Prancis tersebut. Ia menganggap, catatan tersebut sangat berarti karena seorang pemain bertahan tidak selalu memiliki banyak kesempatan untuk mencetak gol.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....