Mana Iwabuch dan Aya Miyama 'Coaching Clinic' Pesepakbola Putri Usia Dini
- 17 Sep 2026 17:45 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Bakti Olahraga Djarum Foundation bersama MilkLife dan The Pokemon Company menggelar coaching clinic bertajuk “MilkLife Soccer Challenge with Pokemon”
- Dua legenda sepak bola putri Jepang, Mana Iwabuchi dan Aya Miyama turut hadir sebagai mentor dalam kegiatan. Coaching clinic berlangsung selama 90 menit, dimulai dari opening dan warm-up
RRI.CO.ID, Jakarta – Bakti Olahraga Djarum Foundation bersama MilkLife dan The Pokemon Company menggelar coaching clinic bertajuk “MilkLife Soccer Challenge with Pokemon”. Dua legenda sepak bola putri Jepang, Mana Iwabuchi dan Aya Miyama turut hadir sebagai mentor dalam kegiatan.
Coaching clinic berlangsung di Lapangan KingKong Arena, Cijantung, Jakarta Timur, Kamis 17 September 2026. Acara ini merupakan bagian dari rangkaian MilkLife Soccer Challenge (MLSC) Seri 1 musim 2026–2027.
Coaching clinic bersama Mana Iwabuchi dan Aya Miyama berlangsung selama 90 menit, dimulai dari opening dan warm-up. Sesi ini menjadi tahap awal untuk mempersiapkan kondisi fisik sekaligus mengenalkan alur latihan kepada para peserta.
Selanjutnya, peserta mengikuti latihan yang berfokus pada kemampuan dasar dan koordinasi fisik. Dalam sesi tersebut, mereka melakukan sejumlah drill.
Gerakan-gerakan seperti ball touch, juggling, gerakan mengecoh, step work, hingga teknik yang dapat diterapkan dalam situasi pertandingan turut diajarkan. Setelah mendapatkan materi teknik, para peserta kemudian diminta mengaplikasikan kemampuan tersebut melalui simulasi pertandingan.
Mereka dibagi ke dalam delapan tim dan bermain di empat lapangan secara bersamaan. Format pertandingan yang disesuaikan dengan jumlah pemain.
Mana Iwabuchi dan Aya Miyama juga turut bergabung dalam setiap rotasi pertandingan. Hal ini untuk memberikan pengalaman bermain secara langsung kepada para peserta.

Bagi Mana Iwabuchi, kesempatan mendampingi para pemain muda tersebut menjadi momentum untuk melihat sekaligus memberikan masukan. Mantan pemain Arsenal Women itu menilai pondasi teknik menjadi aspek penting yang perlu terus diasah sejak usia dini.
“Dalam sesi kali ini, saya fokus mengajarkan teknik dasar seperti kontrol bola yang presisi dan akurasi tembakan, karena itu adalah kunci utama seorang pesepakbola di level mana pun. Saya melihat mereka sangat semangat, ada power, dan mereka sangat enjoy untuk bermain sepak bola dan saya kira itu sangat bagus,” ujarnya.
“Saya sejak kecil setiap hari memegang bola, Saya main bola, maka dari itu saya bisa sampai di posisi seperti sekarang," katanya.
"Maka saya kira peserta di sini pun jika main bola setiap hari, pegang bola setiap hari. Mereka juga bisa akan menjadi seperti saya,” kata penyerang yang mengawali karirnya di klub Nippon TV Beleza tersebut.
Sementara itu, Aya Miyama memberikan pandangannya mengenai proses yang perlu dijalani para pemain muda untuk menjadi pesepakbola profesional. Dari pengalamannya sebagai mantan kapten timnas Jepang, Aya menekankan bahwa kemampuan pemain tidak hanya dibentuk melalui latihan teknis.
“Secara skill, saya melihat para peserta bisa sangat berkembang ke depannya. Saya pribadi beruntung dapat bermain bola di lingkungan yang sangat support perkembangan saya,” katanya.
Menurut Aya, kemampuan pemain terbentuk lewat keberanian untuk belajar dari kesalahan dan menjaga konsistensi sejak usia dini. Selain itu, dukungan pihak-pihak yang bisa mewadahi perkembangan mereka dengan turnamen-turnamen kompetitif juga menjadi hal penting.
“Maka dari itu, menurut saya lingkungan juga penting untuk lingkungan untuk bisa mendukung mereka berkembang jadi pesepakbola putri di Indonesia. Dan dengan adanya acara ini, Indonesia bisa punya timnas yang kuat ke depannya," katanya.
"Jepang membutuhkan 30 tahun untuk menjadi nomor satu di dunia. Dan mungkin Indonesia bisa lebih cepat daripada itu,” ucap gelandang tengah yang tiga kali menyabet gelar AFC Women’s Player of the Year tersebut
Peserta coaching clinic, Zavinna Latisya Istiana bersyukur dapat belajar langsung dari Mana Iwabuchi dan Aya Miyama. Sebagai satu peserta extra training pengalaman tersebut memberikan gambaran baru mengenai hal-hal teknis yang perlu diperhatikan ketika berada di lapangan.
“Senang dan bangga sekali bisa main langsung sama pemain legendaris dari Jepang. Kami bisa mendapat pengalaman baru, bisa dapat ilmu baru dari mereka," ucapnya.
Selain teknik dasar bermain sepak bola, kami juga diajarkan kerja sama tim. Cara berkomunikasi di lapangan,” ucap dia.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....