MU Hancur di Old Trafford, Carrick Jawab Isu Pemecatan
- 17 Sep 2026 11:54 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Michael Carrick menegaskan, dirinya tidak terganggu oleh tekanan yang mulai mengarah kepada posisinya sebagai pelatih kepala Manchester United (MU).
- Pernyataan Carrick itu, disampaikannya setelah MU kalah dramatis 2-3 dari Brighton & Hove Albion di putaran ketiga Carabao Cup, di Old Trafford.
- Saya tidak merasa berada di bawah tekanan, apa pun itu, itu sama sekali tidak mengganggu saya
RRI.CO.ID, Jakarta - Michael Carrick menegaskan, dirinya tidak terganggu oleh tekanan yang mulai mengarah kepada posisinya sebagai pelatih kepala Manchester United (MU). Pernyataan Carrick itu, disampaikannya setelah MU kalah dramatis 2-3 dari Brighton & Hove Albion di putaran ketiga Carabao Cup, di Old Trafford.
Situasi semakin panas, karena para pendukung MU meluapkan kekecewaannya terhadap Carrick setelah pertandingan berakhir. Carrick mengakui, suasana di sekitar klub kini terasa lebih besar daripada sekadar tersingkir dari Carabao Cup.
Meski sorotan terhadap masa depannya semakin besar, Carrick menegaskan, dirinya tidak merasa berada di bawah tekanan. “Saya tidak merasa berada di bawah tekanan, apa pun itu, itu sama sekali tidak mengganggu saya,” kata Carrick dalam keterangannya seperti dilansir Manchester Evening News, Kamis, 17 September 2026.
Pelatih berusia 45 tahun itu juga meminta, para pemainnya agar memiliki mental yang cukup kuat. Terutama, saat menghadapi tekanan ketika bermain untuk Manchester United. Menurut Carrick, sorotan negatif merupakan bagian dari sepak bola di klub sebesar MU.
Carrick juga mengakui bahwa dirinya bertanggung jawab atas keruntuhan United setelah unggul 2-0. Sebelumnya, The Guardian melaporkan, Carrick menyebut kekalahan tersebut tidak dapat diterima dan menuntut timnya segera menemukan jawaban.
Diketahui, MU mengawali pertandingan dengan sangat meyakinkan melalui gol Shea Lacey dan Mason Mount. Kedua pemain itu, sempat membawa MU unggul 2-0 hanya dalam 10 menit.
Namun, Brighton bangkit melalui Charalampos Kostoulas sebelum Pascal Gross dan Maxim De Cuyper membalikkan keadaan. Kondisi itu, membuat MU tersingkir dari kompetisi.
Kekalahan tersebut menciptakan catatan buruk yang belum pernah terjadi selama setengah abad di Old Trafford. MU untuk pertama kalinya dalam 50 tahun, kalah di kandang setelah sempat unggul dua gol.
Hasil tersebut, membuat awal musim Manchester United semakin sulit, dengan tiga kekalahan dalam enam pertandingan di seluruh kompetisi. Di Premier League, MU baru mengumpulkan empat poin dari empat pertandingan dan berada di posisi ke-13.
Ujian berikutnya, Manchester United harus bertandang ke markas Fulham di Craven Cottage pada Minggu, 20 September 2026. Pertandingan tersebut menjadi perhatian besar karena United membutuhkan respons cepat setelah kekalahan dari Brighton.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....