Mourinho Kini Bela Vinicius, Dulu Kritik Sekarang Sebut Korban 'Bullying'

  • 23 Agt 2026 12:20 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Pelatih Real Madrid, José Mourinho memberikan pembelaan, kepada Vinicius Junior. Pembelaan kepada Vinicius itu, setelah Real Madrid mengalahkan Espanyol 2-1 pada laga pembuka LaLiga, Sabtu, 22 Agustus 2026.
  • Mourinho menilai, penyerang asal Brasil tersebut mendapat perlakuan 'bullying' berlebihan dari pemain lawan dan suporter. Vinicius menjadi sasaran sejumlah pelanggaran dalam pertandingan yang berlangsung di RCDE Stadium tersebut.
  • Dia bukan orang suci. Tetapi apa yang mereka lakukan terhadapnya sudah melampaui batas sejak menit pertama

RRI.CO.ID, Jakarta - Pelatih Real Madrid, José Mourinho memberikan pembelaan, kepada Vinicius Junior. Pembelaan kepada Vinicius itu, setelah Real Madrid mengalahkan Espanyol 2-1 pada laga pembuka La Liga, Sabtu, 22 Agustus 2026.

Mourinho menilai, penyerang asal Brasil tersebut mendapat perlakuan 'bullying' berlebihan dari pemain lawan dan suporter. Vinicius menjadi sasaran sejumlah pelanggaran dalam pertandingan yang berlangsung di RCDE Stadium tersebut.

Salah satu insiden, terjadi ketika Álex Calatrava menjatuhkan Vinicius dan kemudian terlibat perselisihan dengan pemain Brasil itu. Alhasil, wasit mengeluarkan kartu kuning untuk keduanya.

Mourinho menilai perlakuan terhadap Vinicius bukan sekadar insiden biasa dalam pertandingan sepak bola. Menurutnya, ada pola berulang ketika lawan mencoba mengganggu konsentrasi pemain bernomor punggung tujuh tersebut.

“Dia bukan orang suci. Tetapi apa yang mereka lakukan terhadapnya sudah melampaui batas sejak menit pertama,” ujar Mourinho dalam konferensi pers setelah pertandingan seperti dilansir Reuters, Minggu, 23 Agustus 2026.

Ia menegaskan, Vinicius sekarang merupakan pemain yang berada di bawah tanggung jawabnya. Sehingga, ia harus memberikan perlindungan kepada sang pemain.

Mourinho bahkan menggambarkan, perlakuan bullying tersebut seperti sebuah pola yang terus berulang dari satu pertandingan ke pertandingan berikutnya. Ketika seorang pemain mendapat kartu kuning, menurut Mourinho, pemain lain dapat mengambil alih untuk kembali melakukan pelanggaran terhadap Vinicius.

“Ini pola yang berulang dari satu lawan ke lawan lainnya,” kata Mourinho. Ia menilai, situasi tersebut membuat Vinicius harus memiliki kontrol emosi yang sangat kuat agar tidak terpancing oleh provokasi lawan.

Mourinho juga memberikan pesan khusus kepada Vinicius mengenai cara merayakan gol. Ia meminta, pemainnya tetap berhati-hati apabila berhasil mencetak gol agar selebrasinya tidak kembali memicu reaksi dari suporter lawan.

“Dia harus memiliki pengendalian diri yang sangat tinggi. Saya sudah memberitahunya bahwa jika ia mencetak gol, ia harus memperhatikan cara merayakannya,” ujar Mourinho.

Pesan tersebut, menunjukkan bahwa Mourinho tidak hanya ingin melindungi Vinicius secara fisik. Tetapi juga, membantunya mengelola situasi emosional di lapangan.

Ia menilai, ironis karena masyarakat saat ini semakin aktif melawan perundungan, tetapi situasi berbeda masih terjadi terhadap Vinicius. “Kita hidup di era sosial yang memerangi perundungan, tetapi bersama Vini kita masih hidup dalam fase perundungan dari para lawan dan suporter,” kata Mourinho.

Ia menambahkan, bahwa Real Madrid harus mempersiapkan Vinicius sebaik mungkin agar sang pemain mampu menghadapi tekanan tersebut. Pembelaan Mourinho menjadi sorotan karena beberapa bulan sebelumnya ia justru pernah berada di posisi berseberangan dengan Vinicius.

Ketika masih menangani Benfica, Mourinho sempat mengkritik perilaku Vinicius dalam pertandingan Liga Champions antara Benfica dan Real Madrid. Dalam pertandingan tersebut, Vinicius sempat melaporkan perlakuan diskriminatif yang melibatkan pemain Benfica Gianluca Prestianni.

Namun Mourinho ketika itu lebih menyoroti selebrasi Vinicius yang berjoget di depan suporter Benfica setelah mencetak gol. Kini situasinya berubah karena Mourinho telah kembali menangani Real Madrid dan Vinicius menjadi bagian dari skuadnya.

Mourinho sendiri menyadari bahwa pernyataannya sekarang dapat dibandingkan dengan komentar-komentarnya ketika dirinya masih menjadi pelatih lawan Real Madrid. “Saya tahu ada risiko kalian akan mundur beberapa bulan ke belakang, lalu mengeluarkan pernyataan-pernyataan saya sebelumnya ketika saya menjadi lawan Vini," ujar Mourinho.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....