Jakarta dan Bandung Jadi Tuan Rumah Perdana FIFA ASEAN 2026
- 10 Agt 2026 20:15 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Jakarta dan Bandung menjadi tuan rumah perdana FIFA ASEAN 2026 dengan dukungan pemerintah pusat dan daerah secara penuh
- Erick Thohir memastikan pemerintah menyiapkan berbagai aspek agar penyelenggaraan FIFA ASEAN 2026 berjalan sukses sesuai standar internasional FIFA
- Timnas Indonesia mendapat kesempatan tampil sebagai tuan rumah dengan harapan meraih prestasi terbaik dalam turnamen yang sangat bergengsi
RRI.CO.ID, Jakarta – Jakarta dan Bandung menjadi tuan rumah perdana FIFA ASEAN 2026, setelah Indonesia memperoleh kepercayaan FIFA menggelar ajang tersebut. Kepastian disampaikan Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI), Erick Thohir usai rapat bersama kementerian/lembaga terkait.
Erick mengatakan Presiden telah mengirimkan surat kepada FIFA sebagai bentuk dukungan resmi pemerintah terhadap penyelenggaraan turnamen. "Bapak Presiden sudah mengeluarkan surat Government Guarantee dikirimkan kepada FIFA, dan Alhamdulillah terjawab, kita menjadi tuan rumah," ucap Erick Thohir saat konferensi pers di Kantor Kemenpora RI, Senayan, Jakarta pada Senin, 10 Agustus 2026.
Menurut Erick, Indonesia kini memasuki tahap pembahasan akhir terkait host contract dengan FIFA. Tahap akhir dari hal-hal yang menjadi kewajiban kota penyelenggara selama turnamen berlangsung.
"Sekarang masih ada sedikit lagi negosiasi mengenai host contract-nya saja, isi-isinya. Tetapi memang tidak banyak berbeda dengan waktu kita menjadi tuan rumah Kejuaraan Dunia U-17," ujar menteri yang kini berusia 56 tahun itu.
Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) Senayan, menjadi venue utama pada FIFA ASEAN 2026 di Jakarta. Sedangkan Lapangan Banteng, GMSB Kuningan, serta lapangan satu dan dua Jakarta International Stadium (JIS) sebagai fasilitas latihan (pendukung).
Sementara, Jawa Barat menyiapkan Stadion Si Jalak Harupat Kabupaten Bandung, sebagai stadion utama pendamping penyelenggaraan turnamen. Pemerintah Jawa Barat juga menyediakan tiga lapangan latihan yakni Stadion ITB, Arcamanik, dan Siliwangi serta dua stadion cadangan.
Erick menilai pelaksanaan FIFA ASEAN 2026 memiliki nilai sejarah bagin sepak bola tanah air. Hal ini karena Indonesia menjadi negara pertama yang menggelar ajang tersebut
"FIFA ASEAN yang pertama kali digulirkan di Indonesia, ini akan menjadi sejarah buat bangsa kita. Karena seperti juga kalau kita ingat, kejuaraan Piala Dunia dulu bergulir di tempat lain, ini yang pertama," kata Erick.
Erick berharap Timnas Indonesia mampu meraih prestasi terbaik ketika tampil pada ajang FIFA ASEAN 2026 di kandang sendiri. "Sebagai tuan rumah, kalau bisa Tim Nasionalnya juga berprestasi dengan baik, ya ini hal-hal yang tentu kita harapkan," ucapnya.
Selain persiapan venue, pemerintah melibatkan berbagai kementerian untuk mendukung aspek imigrasi, komunikasi, hukum, ketenagakerjaan, dan kepabeanan selama turnamen. Indonesia menargetkan FIFA ASEAN 2026 berlangsung sukses sekaligus menjadi momentum memperkuat perkembangan sepak bola nasional di masa depan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....