Bung Kus Nilai 'Blueprint' Sepak Bola Harus Konsisten demi Prestasi Jangka Panjang

  • 04 Agt 2026 21:45 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Mohamad Kusnaeni menegaskan blueprint sepak bola nasional harus dijalankan secara konsisten karena prestasi membutuhkan proses pembinaan jangka panjang
  • PSSI menjadi penanggung jawab utama ekosistem sepak bola nasional, sedangkan pemerintah, swasta, BUMN, dan masyarakat berperan sebagai pendukung
  • Bung Kus mendorong blueprint baru disusun secara realistis, dapat dieksekusi, serta melibatkan masukan seluruh pemangku kepentingan

RRI.CO.ID, Jakarta - Pengamat sepak bola Indonesia Mohamad Kusnaeni menegaskan blueprint (peta jalan) sepak bola nasional harus dijalankan secara konsisten untuk melahirkan prestasi jangka panjang. Menurutnya, pergantian kepemimpinan tidak boleh membuat pelaksanaan blueprint kembali dimulai dari awal.

Ia menjelaskan prestasi sepak bola tidak dapat diraih melalui proses pembinaan yang berlangsung dalam waktu singkat. Ia menilai keberhasilan membutuhkan peta jalan, ketekunan menjalani proses, serta konsistensi pelaksanaan selama bertahun-tahun.

“Salah satu yang paling sulit bagi kita itu, percaya proses, tekun menjalani proses. Itu salah satu yang paling sulit sebagai bangsa dalam konteks olahraga, terutama sepak bola,” ujar pengamat sepak bola pyang akrab disapa Bung Kus dalam dialog bersama PRO 3 RRI di Jakarta, Selasa, 4 Agustus 2026.

Menurutnya, Indonesia sebenarnya telah beberapa kali menyusun blueprint, namun pelaksanaannya sering tidak sesuai dengan konsep awal. Pergantian pengurus juga kerap membuat dokumen sebelumnya terlupakan sehingga proses pembinaan kembali diulang dari awal.

Bung Kus menegaskan PSSI menjadi pihak yang paling bertanggung jawab menggerakkan ekosistem sepak bola nasional. Sementara pemerintah, swasta, BUMN, masyarakat sipil, dan pemangku kepentingan lainnya berperan sebagai sistem pendukung.

“Karena pada dasarnya, semua bergantung kepada sejauh mana PSSI mampu menjalankan perannya sebagai penggerak ekosistem itu. Yang lain itu support system,” ucapnya.

Ia menilai pembangunan sepak bola nasional harus melibatkan seluruh pihak karena pembinaan merupakan investasi jangka panjang. Hasil investasi tersebut bukan keuntungan finansial, melainkan prestasi yang baru dapat dirasakan pada masa mendatang.

“Karena pembinaan itu investasi jangka panjang, nah kembalinya nanti Berupa prestasi di masa depan. Itu yang menyebabkan saya bilang tidak banyak yang tertarik untuk terlibat di pembinaan, karena dia lebih banyak merupakan investasi,” katanya.

Bung Kus juga menilai perhatian Presiden Prabowo terhadap sepak bola menjadi momentum penting memperkuat ekosistem pembinaan nasional. Menurutnya, PSSI perlu memanfaatkan dukungan tersebut untuk membangun sistem yang berjalan konsisten dan berkelanjutan.

Ia mendorong PSSI membuka ruang seluas-luasnya bagi masukan seluruh pemangku kepentingan sebelum menyusun blueprint baru. Bung Kus menekankan blueprint harus realistis, dapat dieksekusi, serta tidak berhenti sebagai dokumen atau sekadar wacana.

"Bikin yang realistik yang bisa diimplementasikan, yang bisa dieksekusi. Nah itu yang paling penting kan bikin blueprint itu bisa dieksekusi," ucap Bung Kus.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....