FA Perketat Sanksi Diskriminasi, Minimal Larangan 10 Pertandingan

  • 30 Jul 2026 23:16 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Asosiasi Sepak Bola Inggris (FA) menetapkan hukuman minimal 10 pertandingan bagi pelaku diskriminasi mulai musim 2026/2027.
  • Aturan baru berlaku untuk pemain, manajer, dan staf di area teknis.
  • Pelanggaran berulang atau sangat serius dapat berujung hukuman lebih berat.

RRI.CO.ID, Jakarta - Asosiasi Sepak Bola Inggris (FA) memperketat hukuman bagi pelaku diskriminasi mulai musim 2026/2027. Pelanggar kini terancam larangan bermain sedikitnya 10 pertandingan.

Dilansir dari BBC, aturan baru tersebut menggantikan ketentuan sebelumnya yang menetapkan skorsing enam hingga 12 pertandingan. Sanksi itu berlaku untuk pelanggaran berat berdasarkan Aturan E3.2 FA.

Pelanggaran diskriminasi yang dimaksud mencakup etnis, warna kulit, ras, agama dan kewarganegaraan. Ketentuan juga meliputi jenis kelamin, identitas gender, orientasi seksual, serta disabilitas.

Peraturan baru tersebut tidak hanya berlaku bagi pemain di lapangan. Manajer dan staf di area teknis juga dikenai ketentuan serupa.

FA menyatakan bahwa kebijakan itu diterapkan guna mendukung komitmen dalam menciptakan sepak bola tanpa diskriminasi. "Meski kemajuan sudah dicapai, tindakan diskriminatif masih menjadi tantangan di sepak bola," ujar pernyataan resmi FA, dikutip dari BBC, Kamis, 30 Juli 2026.

FA menilai langkah yang lebih tegas diperlukan untuk menghadapi pelanggaran tersebut. "Langkah yang diperkuat diperlukan untuk mengatasi perilaku yang sangat tercela ini," kata FA.

Komisi regulasi dapat menjatuhkan hukuman lebih berat bila terdapat faktor yang sangat memberatkan. Larangan bermain bisa melebihi batas minimal 10 pertandingan.

Sebaliknya, hukuman minimal enam pertandingan tetap dimungkinkan dalam kondisi tertentu. Keringanan diberikan jika terdapat faktor yang meringankan atau pelanggaran segera diakui pelaku.

Pelaku yang terbukti melakukan dua atau lebih pelanggaran berat dapat menerima hukuman lebih panjang. Dalam kasus yang sangat serius, skorsing berbasis waktu dengan durasi apa pun juga dapat diterapkan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....