Waspadai Kebangkitan Kamboja, Indonesia Diprediksi Raih Kemenangan Perdana AFF

  • 27 Jul 2026 14:30 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • - Indonesia menghadapi Kamboja dengan peluang kemenangan, tetapi lawan memiliki motivasi tinggi setelah kalah dari Singapura.
  • - Herdman harus menyesuaikan formula permainan karena komposisi pemain Indonesia berbeda dibandingkan empat pertandingan sebelumnya.
  • - Indonesia perlu meningkatkan kreativitas suplai bola kepada penyerang dan menjaga kedisiplinan lini pertahanan.

RRI.CO.ID, Jakarta - Tim nasional Indonesia berpeluang mengalahkan Kamboja pada Piala AFF 2026, hari ini. Meski bertitel sebagai tuan rumah, Indonesia patut mewaspadai kekuatan Kamboja yang bertekad bangkitdi Stadion Pakansari, Kabupaten Bogor.

Pengamat sepak bola nasional, M.Kusnaeni mengatakan saat ini Indonesia wajib mewaspadai motivasi besar Kamboja. Sang lawan, Kamboja besar kemungkinan akan bangkit pasca kekalahan dari Singapura 1-2.

"Menghadapi Kamboja tidak akan menjadi pertandingan yang mudah bagi Indonesia.Meskipun peluang Indonesia menang cukup besar, tapi pertandingan tidak akan berjalan mudah," kata Kusnaeni, Senin, 27 Juli 2026.

"Hasil kekalahan Kamboja melawan Singapura akan menjadi suntikan motivasi yang besar bagi mereka untuk main lebih fight. Kamboja menargetkan meraih hasil positif di laga kedua ini," ujar Bung Kus, sapaan akrab M.Kusnaeni, jelang pertandingan yang akan berlangsung di Stadion Pakansari, Kabupaten Bogor, Senin malam.

Hasil tersebut dapat mendorong Kamboja tampil lebih agresif untuk memperoleh hasil positif pada pertandingan kedua. Pertandingan Indonesia melawan Kamboja menjadi ujian bagi perubahan komposisi pemain di bawah pelatih Herdman.

"Indonesia bisa dibilang tampil dengan wajah berbeda dibanding empat laga sebelumnya di bawah coach Herdman. Ada banyak penyesuaian yang harus dilakukan karena banyaknya perbedaan materi pemain," katanya.

Timnas Indonesia kini memiliki wajah berbeda dibandingkan empat pertandingan sebelumnya bersama pelatih Herdman. Perbedaan materi pemain membuat Herdman harus menyesuaikan formula permainan dan rencana pertandingan secara menyeluruh.

Herdman dapat mempertahankan pola 3-4-3 atau 4-2-3-1 yang sering digunakan dalam pertandingan sebelumnya. Namun, detail taktik setiap lini dan unit permainan akan mengalami perubahan sesuai karakter pemain yang tersedia.

Perubahan paling penting terjadi di lini depan karena karakter Ole Romeny berbeda dengan Michelle Baker dan Jens Raven. "Khususnya di lini depan. Karakter Ole Romeny sangat berbeda dengan striker yang ada saat ini, Michelle Baker dan Jens Raven. Keduanya tipikal striker target man yang menunggu umpan matang," ujarnya

Herdman perlu menyiapkan susunan pemain yang mampu memaksimalkan suplai bola kepada Baker dan Raven. Sementara itu, perubahan komposisi lini belakang menuntut koordinasi pertahanan yang tenang, percaya diri, serta disiplin.

Indonesia berpeluang meraih kemenangan apabila mampu menjaga kreativitas serangan dan kedisiplinan pertahanan sepanjang pertandingan. Lini depan harus lebih kreatif menyediakan umpan matang, sedangkan lini belakang wajib mempertahankan fokus.

Indonesia bertekad memburu poin penuh di laga ini, demi memuluskan langkah ke semifinal Piala AFF 2026. Tiga angka sangat penting bagi skuad Garuda dalam persaingan di posisi teratas Grup A.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....