Tinggalkan Kursi Pelatih Portugal, Roberto Martínez: Tidak Ada Gunanya Melanjutkan
- 07 Jul 2026 10:11 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Perjalanan Roberto Martínez bersama Timnas Portugal resmi berakhir, setelah Selecao das Quinas tersingkir di babak 16 besar Piala Dunia 2026.
- Martínez menegaskan, sejak awal dirinya datang ke Portugal dengan satu target utama, yakni membawa tim meraih gelar juara dunia.
- Ini adalah pertandingan terakhir saya bersama tim nasional, saya datang ke Portugal untuk memenangkan Piala Dunia. Tanpa mencapai tujuan itu, saya rasa tidak ada gunanya untuk melanjutkan
RRI.CO.ID, Jakarta - Perjalanan Roberto Martínez bersama Timnas Portugal resmi berakhir, setelah Selecao das Quinas tersingkir di babak 16 besar Piala Dunia 2026. Pelatih asal Spanyol itu mengumumkan, keputusannya mundur usai Portugal kalah 0-1 dari Spanyol lewat gol dramatis Mikel Merino.
Martínez menegaskan, sejak awal dirinya datang ke Portugal dengan satu target utama, yakni membawa tim meraih gelar juara dunia. Karena target tersebut gagal diwujudkan, ia merasa tidak ada alasan untuk melanjutkan pekerjaannya sebagai pelatih Portugal.
"Ini adalah pertandingan terakhir saya bersama tim nasional, saya datang ke Portugal untuk memenangkan Piala Dunia. Tanpa mencapai tujuan itu, saya rasa tidak ada gunanya untuk melanjutkan," kata Martínez dalam konferensi pers usai pertandingan Portugal vs Spanyol seperti dilansir FIFA, Selasa, 7 Juli 2026.
Pelatih berusia 52 tahun itu juga mengungkapkan, kontraknya memang berakhir bersamaan dengan selesainya Piala Dunia 2026. Ia menyerahkan, sepenuhnya keputusan penunjukan pelatih baru kepada Presiden Federasi Sepak Bola Portugal, Pedro Proença.
"Saya belum berbicara dengan Ketua Federasi Pedro Proença, tetapi dia berhak memilih pelatih baru. Ini adalah akhir dari sebuah era, dan saya berterima kasih kepada Federasi atas semua dukungan yang telah diberikan," ucap Martínez.
Gol tunggal Mikel Merino pada menit ke-90+1 menjadi pembeda dalam duel sengit Portugal kontra Spanyol. Hasil tersebut memastikan La Roja melangkah ke babak perempat final, sementara perjalanan Portugal harus berakhir lebih cepat.
Meski gagal memenuhi target, Martínez menolak menyebut hasil tersebut sebagai sebuah kegagalan. Menurutnya, Portugal hanya kalah dari salah satu tim favorit juara yang memiliki kualitas luar biasa.
"Kami tidak gagal, melainkan kalah dari tim yang diunggulkan menjadi juara, kami bermain seimbang dan menunjukkan kualitas. Perbedaannya hanya ada pada detail-detail kecil yang menentukan hasil pertandingan," ujar Martínez.
Mantan pelatih Belgia itu bahkan menilai, Portugal menampilkan performa terbaiknya sepanjang turnamen saat menghadapi Spanyol. Ia merasa, timnya pantas membawa pertandingan hingga babak perpanjangan waktu.
"Para pemain (Portugal) tampil luar biasa, bertahan dengan sangat baik, mampu membatasi kekuatan Spanyol. Keberuntungan tidak berpihak kepada kami, tetapi saya pulang dengan rasa bangga terhadap tim ini," kata Martínez.
Kemudian, Martínez menuturkan, Portugal sebenarnya memiliki kualitas untuk bersaing dengan Spanyol. Namun, menurutnya, timnya kurang beruntung dalam memanfaatkan peluang di sepertiga akhir lapangan.
"Kami memiliki kualitas untuk menyaingi Spanyol, kami hanya membutuhkan sedikit keberuntungan di area penyelesaian akhir. Pertandingan berlangsung sangat seimbang melawan salah satu tim terbaik di dunia," ucap Martínez.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....