Badai Cedera, Inggris Terancam Tampil Pincang di Babak Gugur Piala Dunia 2026
- 29 Jun 2026 08:35 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Timnas Inggris terancam bermain pincang, menjelang bertanding di babak 32 besar Piala Dunia 2026. Pelatih Timnas Inggris, Thomas Tuchel harus memutar otak di tengah badai cedera yang melanda sektor pertahanan 'The Three Lions'.
- Tuchel harus bisa berpikir cepat, setelah bek serbabisa Jarrell Quansah mengalami cedera. Quansah alami cedera saat Inggris mengalahkan Panama 2-0 pada laga terakhir Grup L.
- Cedera Quansah membuat krisis di sektor bek kanan Inggris semakin parah. Sebelumnya, dua pemain yang biasa mengisi posisi tersebut, Tino Livramento dan kapten Reece James, sudah lebih dulu masuk ruang perawatan.
RRI.CO.ID, Jakarta - Timnas Inggris terancam bermain pincang, menjelang bertanding di babak 32 besar Piala Dunia 2026. Pelatih Timnas Inggris, Thomas Tuchel harus memutar otak di tengah badai cedera yang melanda sektor pertahanan 'The Three Lions'.
Tuchel harus bisa berpikir cepat, setelah bek serbabisa Jarrell Quansah mengalami cedera. Quansah alami cedera saat Inggris mengalahkan Panama 2-0 pada laga terakhir Grup L.
Quansah yang dipercaya tampil sebagai bek kanan terpaksa ditarik keluar pada babak kedua setelah mengalami cedera pergelangan kaki. Ia terlihat tertatih-tatih meninggalkan lapangan di MetLife Stadium.
Cedera Quansah membuat krisis di sektor bek kanan Inggris semakin parah. Sebelumnya, dua pemain yang biasa mengisi posisi tersebut, Tino Livramento dan kapten Reece James, sudah lebih dulu masuk ruang perawatan.
Kini, Tuchel kehilangan tiga opsi di posisi bek kanan The Three Lions. Tepatnya, ketika Inggris bersiap menghadapi Republik Demokratik Kongo pada babak gugur.
Tuchel Berharap Cedera Quansah Tidak Parah
Usai pertandingan, Tuchel menjelaskan, bahwa Quansah mengalami cedera pergelangan kaki yang pernah dialaminya sebelumnya. Dalam kondisi itu, ia menyebutkan, cedera tersebut bisa dipulihkan dalam hitungan hari.
"Pergelangan kakinya terkilir seperti biasa dan dia merasa kesakitan, dia mengatakan pernah mengalami kondisi seperti ini. Biasanya membutuhkan beberapa hari untuk pulih, saat ini dia sedang mengompres kakinya dengan es dan menjaganya tetap terangkat," ujar Tuchel dalam keterangannya seperti dilansir laman The Guardian, Senin, 29 Juni 2026.
Pelatih asal Jerman tersebut mengakui, situasi ini membuatnya khawatir. Mengingat, pertandingan babak 32 besar Piala Dunia 2026 sudah di depan mata.
"Tentu, kami kehilangan pemain di posisi itu, akan menjadi perlombaan melawan waktu bagi Reece James dan Jarrell Quansah untuk pulih. Tetapi tugas kami adalah mencari solusi dan kami akan melakukannya," kata Tuchel.
Rencana Tuchel Berantakan
Cedera Quansah menjadi pukulan telak bagi staf pelatih. Sebelumnya, Tuchel sengaja memanggil Trevoh Chalobah agar Quansah bisa difokuskan sebagai pelapis di posisi bek kanan.
Namun, rencana tersebut kini berantakan ketika turnamen memasuki fase paling krusial.
Di sisi lain, kondisi Reece James juga masih belum sepenuhnya pulih. Bek Chelsea itu tetap berada di Kansas City untuk menjalani program pemulihan terpisah dari skuad utama.
Meski demikian, Tuchel tetap membela keputusannya membawa James ke Piala Dunia.
"Reece datang dalam kondisi sangat baik dan merasa fit. Ini hanya sedikit nasib buruk," ucap mantan pelatih Chelsea tersebut.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....