Euforia ke Air Mata, Deschamps Pulang ke Prancis dan Tinggalkan Piala Dunia 2026

  • 24 Jun 2026 11:32 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Timnas Prancis baru saja memastikan tiket menuju babak 32 besar Piala Dunia 2026. Di tengah euforia kemenangan tersebut, Les Bleus justru diterpa kabar air mata yang menyelimuti sang pelatih, Didier Deschamps.
  • Melansir keterangan Federasi Sepak Bola Prancis (FFF) mengumumkan, sang ibunda Didier Deschamps meninggal dunia, pada Selasa, 24 Juni 2026. Kabar tersebut membuat pelatih berusia 57 tahun itu memutuskan meninggalkan Piala Dunia 2026
  • Deschamps dikabarkan langsung pulang untuk berkumpul bersama keluarga dan menghadiri prosesi pemakaman.

RRI.CO.ID, Jakarta - Timnas Prancis baru saja memastikan tiket menuju babak 32 besar Piala Dunia 2026. Di tengah euforia kemenangan tersebut, Les Bleus justru diterpa kabar air mata yang menyelimuti sang pelatih, Didier Deschamps.

Melansir keterangan Federasi Sepak Bola Prancis (FFF) mengumumkan, sang ibunda Didier Deschamps meninggal dunia, pada Selasa, 24 Juni 2026. Kabar tersebut membuat pelatih berusia 57 tahun itu memutuskan meninggalkan Piala Dunia 2026 dari Amerika Serikat untuk kembali ke Prancis.

Deschamps dikabarkan langsung pulang untuk berkumpul bersama keluarga dan menghadiri prosesi pemakaman. Keputusan itu diambil hanya beberapa jam setelah Prancis memastikan langkah ke fase gugur usai mengalahkan Irak dengan skor 3-0.

Kepergian Deschamps menjadi pukulan emosional bagi skuad Les Bleus yang tengah menjalani turnamen besar. Sosok yang membawa Prancis meraih banyak prestasi itu kini harus menghadapi kehilangan besar dalam kehidupan pribadinya.

Menurut laporan Foot Mercato, Federasi Sepak Bola Prancis telah mengambil langkah sementara terkait kepemimpinan tim. Atas kesepakatan dengan Presiden FFF Philippe Diallo, tugas Deschamps akan diemban oleh asisten utamanya, Jean-Stéphane, hingga sang pelatih kembali.

Dengan demikian, Deschamps dipastikan tidak akan mendampingi tim dari pinggir lapangan saat Prancis menghadapi Norwegia pada laga terakhir fase grup. Pertandingan tersebut akan menjadi duel penting untuk menentukan juara Grup I.

Dalam pernyataan resminya, FFF menyampaikan belasungkawa mendalam kepada Deschamps dan keluarganya. Federasi juga menegaskan seluruh anggota tim nasional turut merasakan kesedihan atas musibah yang menimpa pelatih mereka.

"Seluruh keluarga besar tim nasional Prancis menyampaikan dukungan dan belasungkawa kepada Didier Deschamps. Serta keluarganya di masa yang sulit ini," kata FFF dalam pernyataan resmi, Rabu, 24 Juni 2026.

Kabar duka tersebut datang di tengah performa impresif Prancis di Piala Dunia 2026. Les Bleus mengawali turnamen dengan kemenangan 3-1 atas Senegal sebelum kembali meraih tiga poin saat mengalahkan Irak.

Hasil tersebut memastikan Prancis menjadi salah satu tim pertama yang lolos ke babak 32 besar. Namun, suasana bahagia itu kini berubah menjadi duka setelah kabar meninggalnya ibu Deschamps.

Bagi sepak bola Prancis, Deschamps bukan sekadar pelatih. Ia adalah sosok yang membawa Les Bleus menjuarai Piala Dunia 2018 dan mengantar tim mencapai final Piala Dunia 2022 sebelum kalah dramatis dari Argentina melalui adu penalti.

Kini, untuk sementara waktu, fokus Deschamps bukan lagi soal taktik atau strategi di lapangan. Sang pelatih harus mendampingi keluarga dan melewati salah satu momen paling berat dalam hidupnya.

Di tengah persaingan sengit Piala Dunia 2026, seluruh perhatian sepak bola Prancis kini tertuju pada sosok yang selama ini menjadi pemimpin mereka. Dan untuk saat ini, kemenangan maupun kelolosan tim menjadi hal yang berada di urutan kedua.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....