Drama Piala Dunia 2026, Skotlandia Merasa Dirampok Wasit saat Ditaklukan Maroko

  • 21 Jun 2026 09:21 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Sejumlah media ternama Skotlandia melontarkan kritik tajam terhadap kepemimpinan wasit asal Uzbekistan, Elgez Tantashov di Piala Dunia 2026.
  • Kelahan Skotlandia pada Sabtu, 20 Juni 2026 WIB itu, wasit dinilai telah 'merampok' keadilan dalam memimpin pertandingan.
  • Kami memulai pertandingan dengan sangat buruk. Tetapi di babak kedua kami menunjukkan semangat juang dan ketangguhan yang luar biasa

RRI.CO.ID, Jakarta - Sejumlah media ternama Skotlandia melontarkan kritik tajam terhadap kepemimpinan wasit asal Uzbekistan, Elgez Tantashov di Piala Dunia 2026. Terutama, setelah Skotlandia kalah 0-1 dari Maroko pada laga kedua Grup C Piala Dunia 2026 di Stadion Gillette, Amerika Serikat

Kelahan Skotlandia pada Sabtu, 20 Juni 2026 WIB itu, wasit dinilai telah 'merampok' keadilan dalam memimpin pertandingan. Kekalahan tersebut membuat peluang Skotlandia untuk lolos ke babak 32 besar kini bergantung pada hasil pertandingan terakhir melawan Brasil.

Gol tunggal kemenangan Maroko dicetak oleh Ismail Al-Saybari saat pertandingan baru berjalan dua menit. Gol cepat tersebut dinilai menjadi pukulan telak yang memengaruhi permainan Skotlandia sepanjang laga.

Media Skotlandia Soroti Dugaan Keputusan Kontroversial Wasit

Surat kabar Daily Record menjadi salah satu media yang paling keras mengkritik kinerja wasit Elgez Tantashov. Media tersebut menilai Skotlandia dirugikan karena tidak mendapatkan dua peluang penalti yang dianggap layak diberikan.

Melansir laporannya, Daily Record menyebut Skotlandia mengalami ketidakadilan di Piala Dunia 2026. Media tersebut menegaskan, tim asuhan Steve Clarke setidaknya pantas membawa pulang satu poin dari pertandingan tersebut.

Media itu juga menilai gol cepat Maroko pada menit kedua telah mengubah jalannya pertandingan dan menghilangkan semangat para pemain serta pendukung Skotlandia.

Harapan Lolos Skotlandia di Piala Dunia 2026

Hal senada, juda diungkapkan media The Scotsman. Media itu menilai, peluang Skotlandia untuk melaju ke fase gugur masih terbuka.

Dalam ulasannya, media tersebut memberikan apresiasi terhadap penampilan gelandang Lewis Ferguson yang dianggap tampil cukup baik di tengah kekalahan timnya. The Scotsman mengklaim, penalti yang diajukan Skotlandia, terkait insiden yang melibatkan Scott McTominay, sebagai tuntutan yang memiliki dasar kuat.

Reaksi Pelatih dan Pemain

Di sisi lain, BBC Skotlandia lebih banyak menyoroti respons pelatih dan para pemain setelah pertandingan. Pelatih Steve Clarke mengakui timnya mengawali pertandingan dengan sangat buruk, tetapi memuji perjuangan anak asuhnya pada babak kedua.

"Kami memulai pertandingan dengan sangat buruk. Tetapi di babak kedua kami menunjukkan semangat juang dan ketangguhan yang luar biasa," kata Clarke seperti dilansir BBC Skotlandia.

Gelandang Lewis Ferguson juga mengungkapkan kekecewaannya terhadap awal pertandingan yang dianggap menjadi penyebab utama kekalahan timnya. "Itu adalah awal terburuk yang mungkin terjadi, kami bahkan belum menyentuh bola, tetapi sudah kebobolan gol yang mudah," kata Ferguson.

The Guardian: Maroko Merusak Pesta Skotlandia

Sedangkan, Media Inggris The Guardian menggambarkan gol cepat Maroko sebagai pukulan yang merusak harapan dan euforia Skotlandia di Piala Dunia. Laporan tersebut menyebut, para pendukung Skotlandia 'Tartan Army' tampak terkejut ketika Maroko berhasil mencetak gol hanya beberapa menit setelah kick-off.

Meski demikian, The Guardian menilai sebagian pendukung Skotlandia kemungkinan sudah memperkirakan hasil tersebut. Mengingat, kualitas Maroko yang terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir dan status mereka sebagai salah satu tim kuat di turnamen ini.

Kini, Skotlandia harus meraih hasil positif saat menghadapi Brasil pada pertandingan terakhir fase grup. Tepatnya, jika ingin menjaga peluang lolos ke babak 32 besar Piala Dunia 2026 tetap hidup.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....