'Hattrick' Bersejarah untuk Argentina, Dunia Diingatkan Lagi Siapa Lionel Messi
- 18 Jun 2026 12:07 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Timnas Argentina sukses memulai perjuangan mempertahankan gelar juara Piala Dunia 2026 dengan kemenangan meyakinkan. La Albiceleste menundukkan, Aljazair dengan skor 3-0 di Kansas City Stadium, berkat penampilan luar biasa Lionel Messi.
- Gol tersebut menjadi momen penting yang mengubah jalannya pertandingan. Argentina tampil semakin percaya diri, sementara Aljazair mulai kesulitan membendung serangan lawan
- Selain membawa Argentina meraih tiga poin, Messi juga menorehkan sejumlah catatan bersejarah. Tiga gol tersebut membuatnya menyamai rekor Miroslav Klose dengan koleksi 16 gol di ajang Piala Dunia.
RRI.CO.ID, Jakarta - Timnas Argentina sukses memulai perjuangan mempertahankan gelar juara Piala Dunia 2026 dengan kemenangan meyakinkan. La Albiceleste menundukkan Aljazair dengan skor 3-0 di Kansas City Stadium, berkat penampilan luar biasa Lionel Messi.
Meski menang telak, Argentina sempat mengalami tekanan pada awal pertandingan. Aljazair beberapa kali mampu mengancam pertahanan juara bertahan dan membuat laga berjalan dalam tensi tinggi sejak menit pertama.
Argentina, bahkan sempat mencetak gol lebih dahulu melalui Lionel Messi pada menit kelima. Namun, gol tersebut dianulir wasit setelah VAR memastikan Lautaro Martinez berada dalam posisi offside saat proses serangan berlangsung.
Tak lama berselang, Aljazair hampir membuat kejutan melalui Farès Chaïbi. Pemain berusia 22 tahun itu sempat membobol gawang Emiliano Martinez sebelum VAR kembali membatalkan gol karena offside.
Setelah melalui fase sulit di awal laga, Argentina mulai menemukan ritme permainan terbaiknya. Tim asuhan Lionel Scaloni perlahan mengambil alih kendali pertandingan dan menciptakan sejumlah peluang berbahaya.
Kebuntuan akhirnya pecah melalui aksi Lionel Messi. Berawal dari umpan terobosan Rodrigo De Paul, kapten Argentina itu melepaskan tembakan akurat ke sudut atas gawang untuk membawa timnya unggul 1-0.
Gol tersebut menjadi momen penting yang mengubah jalannya pertandingan. Argentina tampil semakin percaya diri, sementara Aljazair mulai kesulitan membendung serangan lawan.
"Mereka telah melakukan segala yang mereka bisa. Mereka bereaksi dengan luar biasa di babak pertama," kata pelatih Argentina, Lionel Scaloni seperti dilansir Reuters, dikutip Kamis, 18 Juni 2026.
Penampilan Messi kembali menjadi sorotan sepanjang pertandingan. Scaloni mengaku masih tak berhenti dibuat kagum oleh kualitas sang megabintang meski telah bekerja bersamanya selama bertahun-tahun.
"Sulit untuk dijelaskan. Kami masih kagum padanya, meskipun kami melihatnya setiap hari," ujar Scaloni.
Pada babak kedua, Messi kembali menunjukkan ketajamannya di depan gawang. Pemain berusia 38 tahun itu memanfaatkan bola muntah hasil tembakan Alexis Mac Allister untuk mencetak gol kedua Argentina.
Messi kemudian melengkapi malam istimewanya dengan gol ketiga yang lahir dari umpan Nicolas Gonzalez. Penyelesaian dingin menggunakan kaki kiri memastikan dirinya mencatatkan hattrick pertama sepanjang kariernya di putaran final Piala Dunia.
Selain membawa Argentina meraih tiga poin, Messi juga menorehkan sejumlah catatan bersejarah. Tiga gol tersebut membuatnya menyamai rekor Miroslav Klose dengan koleksi 16 gol di ajang Piala Dunia.
Pencapaian itu semakin spesial karena terjadi tepat 20 tahun setelah Messi mencetak gol pertamanya di Piala Dunia. Hingga kini, legenda Argentina tersebut telah mengoleksi 911 gol sepanjang karier profesionalnya bersama klub dan tim nasional.
Pelatih Aljazair, Vladimir Petkovic, turut memberikan pujian kepada sang kapten Argentina. Menurutnya, Messi tetap menjadi pemain istimewa yang mampu mengubah jalannya pertandingan kapan saja.
"Kelas itu abadi. Kita tidak sedang membicarakan pesepakbola biasa. Dia sudah meraih delapan Ballon d'Or," kata Petkovic.
Ia juga menilai Argentina mampu memaksimalkan kualitas individu Messi dengan sangat baik. Petkovic mengakui timnya memberikan terlalu banyak ruang yang akhirnya dimanfaatkan sang bintang untuk mencetak gol.
"Sayangnya, kami memberinya peluang pada gol pertama dan kedua. Dia memiliki keistimewaan bahwa seluruh tim Argentina bekerja untuknya," ucap Petkovic.
Kemenangan ini menjadi modal berharga bagi Argentina untuk melangkah ke pertandingan berikutnya di fase grup. Sementara bagi Messi, malam di Kansas City menjadi bukti bahwa dirinya masih mampu menjadi pembeda di panggung terbesar sepak bola dunia.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....