Piala Dunia 2026, Rieke Diah Pitaloka: Jangan Lupakan Para Pengungsi-Pekerja Migran

  • 14 Jun 2026 10:39 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Anggota DPR RI Fraksi PDI-Perjuangan, Rieke Diah Pitaloka mempunyai pandangan krusial, terkait perhelatan Piala Dunia 2026. Dalam ajang Piala Dunia 2026, Rieke mengingatkan, pentingnya menggaungkan gerakan kemanusiaan.
  • Saya apresiasi, ini terobosan luar biasa, (penyelenggaraan Piala Dunia 2026) di tiga negara, satu semangat. Jangan sampai pesta bola ini melupakan para pengungsi, pekerja migran, dan komunitas miskin di sekitar stadion
  • Saya berharap FIFA dan panitia memberikan perhatian serius pada isu keadilan sosial. Jadi, tidak sebatas mencari keuntungan komersial

RRI.CO.ID, Jakarta - Anggota DPR RI Fraksi PDI-Perjuangan, Rieke Diah Pitaloka mempunyai pandangan krusial, terkait perhelatan Piala Dunia 2026. Dalam ajang Piala Dunia 2026, Rieke mengingatkan, pentingnya menggaungkan gerakan kemanusiaan.

"Saya apresiasi, ini terobosan luar biasa, (penyelenggaraan Piala Dunia 2026) di tiga negara, satu semangat. Jangan sampai pesta bola ini melupakan para pengungsi, pekerja migran, dan komunitas miskin di sekitar stadion," kata anggota Komisi XIII DPR ini kepada RRI.co.id, Minggu, 14 Juni 2026.

Rieke mengatakan, gerakan kemanusiaan harus menyertai di setiap pertantingan-pertandingan Piala Dunia 2026. Terutama, pada momen-momem tendangan penalti.

"Saya berharap FIFA dan panitia memberikan perhatian serius pada isu keadilan sosial. Jadi, tidak sebatas mencari keuntungan komersial," ucap Rieke.

Pada Piala Dunia 2026 ini, Rieke pun membeberkan, sosok tim yang dijagokannya. Tim yang dijagokannya pada Piala Dunia 2026 ini, adalah negara-negara yang menjunjung tinggi nilai kemanusiaan.

"Saya mendukung tim kemanusiaan. Siapa pun yang menjunjung tinggi nilai sportivitas, anti-rasisme, dan membela hak-hak anak di zona konflik," ujar Rieke.

Kalau dipaksa memilih, Rieke menuturkan, sangat simpati pada tim-tim dari negara yang sedang berjuang melawan ketidakadilan global. Misalnya, tim yang berani bersuara untuk gencatan senjata di Palestina atau tim pengungsi.

"Dulu waktu sekolah, saya suka Brazil karena gaya bola indah. Sekarang saya lebih suka tim yang indah hati nuraninya," kata Rieke.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....